Tumpukan Sampah di Rusun Angke Jakbar Sempat Setinggi Atap Rumah Warga

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah menggunung di area Rusunawa Angke, Tambora, Jakarta Barat selama hampir satu bulan.

Warga setempat menyebut gunungan sampah itu tingginya sempat mencapai atap rumah-rumah bedeng.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Jumat (3/4/2026), kondisi memang sudah berangsur membaik karena petugas mulai melakukan pembersihan dengan mengerahkan dua truk compactor berukuran besar.

Baca juga: Tumpukan Sampah di Rusun Angke Jakbar Tutupi Akses Jalan Warga Berminggu-minggu

Namun, sisa-sisa gunungan sampah itu masih terlihat jelas dan menumpuk hingga setinggi hampir dua meter di sisi jalan.

Tumpukan sampah itu bahkan menyisakan genangan air hitam, lalat yang beterbangan, dan bau busuk yang amat menyengat di sepanjang jalan area rusun.

KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Permukiman warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Angke, Tambora, Jakarta Barat dipenuhi tumpukan sampah, Jumat (3/4/2026)

Royyan (48) salah satu penghuni rusun menyebut bahwa tumpukan sampah memang sempat menutup jalan hingga mencapai atap rumah warga.

“Belakangan ini tuh semenjak pas puasa kemarin itu, kejadian Bantargebang itu, jadi parah banget benar-benar semuanya menumpuk, sampai tinggi,” kata Royyan saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (3/4/2026).

Royyan menyebut bahwa kondisi tumpukan sampah sempat menutup akses jalan warga secara total, terutama di area gang yang berada di antara Blok C dan D Rusun Angke.

“Jadi motor nih, tadinya kan ini kan ada gang-gang gitu ya, harusnya kita bisa lewat sini, eh jadi enggak bisa. Gangnya ketutup gitu, jalannya ketutup karena ya sampah itu. Ketutup sama sampah, akhirnya ya mau enggak mau lewat jalan lain gitu,” jelasnya.

Baca juga: Rusunawa Angke Dikepung Tumpukan Sampah: Bau Menyengat, Belatung hingga Tikus Berkeliaran

Akibat kondisi sampah yang menumpuk berminggu-minggu, warga mengaku kini mereka harus hidup berdampingan dengan tikus, belatung, dan lalat yang berkeliaran bebas.

Ika, Ketua RT 10 RW 03, mengeluhkan bahwa warga sangat terganggu, terutama karena bau dan lalat yang memenuhi rusun.

“Aduh. Bukan bau-bau lagi, parah banget. Apalagi saya punya anak kecil juga kan. Lalatnya paling parah, apalagi kalau ditambah hujan, banjir. Ada belatung ya pada naik ke situ,” keluh Ika.

Sistem Pengangkutan Tak Tuntas

Ketua RT 07 RW 11, Suherman, menjelaskan bahwa gunungan sampah dipicu oleh sistem pengangkutan dari petugas PPSU yang tidak merata.

Petugas disebut sering kali hanya mengangkut tumpukan di area depan rusun, sementara bagian belakang dibiarkan menumpuk hingga meluber ke jalanan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Sebelum longsor di Bantargebang juga masalah sampah ini udah ada karena enggak rutin menariknya. Jadi sampah yang bagian depan yang diangkut, yang belakang enggak,” ungkap Suherman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Prajurit yang Gugur di Lebanon Dinaikan Pangkat & Keluarganya Dapat Santunan
• 22 jam lalucumicumi.com
thumb
Prabowo Perintahkan BNPB Terjun Langsung ke Lokasi Terdampak Gempa di Sulut dan Malut
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Long Weekend, Polisi Tutup Jalur ke Puncak Siang Ini
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Ancaman Trump Bahwa AS akan Keluar NATO Disebut Rusia Omon-Omon, Ini Alasannya
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BRI Super League: Malut United Fokus Mengguncang Arema
• 22 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.