Pemerintah mengumumkan implementasi bahan bakar solar dengan campuran biodiesel 50 persen (B50) siap dilaksanakan pada 1 Juli mendatang. Hal ini sebagai salah satu langkah mengurangi konsumsi minyak impor.
"Pemerintah menerapkan mulai 1 Juli 2026. Pertamina telah siap melakukan blending, dengan potensi penghematan 4 juta kiloliter dan dalam 1 tahun atau 6 bulan ada penghematan dari fosil dan subsidi biodiesel sebesar Rp 48 triliun," buka Airlangga saat jumpa pers secara virtual, Selasa (31/3).
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menambahkan cadangan bahan bakar nasional masih di atas batas minimal aman. Ia membandingkan situasi Indonesia yang masih lebih aman dibanding dengan negara-negara lain yang sudah melakukan pembatasan.
"Saya juga menyampaikan bahwa dengan implementasi B50 ini akan surplus untuk solar kita. Ini menjadi kabar baik bagi RDMP (Refinery Development Master Plan) di Kalimantan Timur jika sudah beroperasi," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris membeberkan sedikit dari hasil pengujian bahan bakar solar B50 yang telah dilakukan dengan sejumlah pabrikan.
"Untuk perkembangannya, persiapan penerapan B50 saat ini masih dalam pelaksanaan uji coba jalan atau road test di mana sektor transportasi diharapkan sudah rampung hingga 50 ribu kilometer pada Juni nanti," katanya saat sesi gelar wicara Forum Diskusi Denpasar 12 secara daring, Rabu (1/4).
Diakuinya, proses uji jalan kendaraan diesel yang menggunakan solar B50 tersebut saat ini telah melewati 30 ribu kilometer. Sejak dilakukan beberapa bulan terakhir, ada beberapa temuan soal efek penggunaan bahan bakar terbarukan tersebut.
"Performance yang kita lihat sementara dari hasil tes tersebut, salah satunya indikatornya adalah terkait penggantian filter minyak cukup positif. Karena ternyata untuk (masa) penggantiannya bisa lebih panjang. Itu salah satu capaian sementara yang bisa kami sampaikan saat ini," papar Harris.
Melihat hasil pengujian dan kesiapan kendaraan diesel yang sudah dijual di Indonesia, Harris yakin distribusi solar B50 akan secepatnya dapat terlaksana. "Sehingga kami sangat optimistis bahwa secara teknis pelaksanaan B50 sangat memungkinkan dilaksanakan Juli 2026," tandasnya.





