REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan bahwa serangan Amerika Serikat terhadap infrastruktur sipil, termasuk jembatan di Karaj, menunjukkan kekalahan dan kehancuran moral Washington. Dia juga menegaskan bahwa serangan semacam itu tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah.
Dalam sebuah unggahan di akun X miliknya pada Kamis (2/4/2026), Araqchi menanggapi serangan udara AS pada 2 April yang menargetkan jembatan utama di Karaj. Ia berpendapat bahwa meskipun Iran akan membangun kembali dengan lebih kuat, kerusakan terhadap posisi global Amerika tidak akan dapat diperbaiki.
Baca Juga
BUMN Didorong Perkuat Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Indonesia
Menpora Ubah LPDUK Jadi LPUK, Dorong Pengelolaan Usaha Olahraga Lebih Profesional
Usai Tahan Empat Tersangka, KPK Rencanakan Periksa Penyelenggara Haji Pekan Depan
“Menyerang struktur sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah,” kata menteri luar negeri tersebut.
“Hal itu hanya menunjukkan kekalahan dan kehancuran moral dari musuh yang sedang kacau. Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali dengan lebih kuat. Yang tidak akan pernah pulih adalah kerusakan terhadap posisi Amerika,” lanjut Araqchi.