Warga dari dua desa di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terlibat bentrok pada Jumat (3/4/2026).
Bentrok terjadi antara warga Desa Banemo dan Desa Sebenpopo. Kedua kelompok saling menyerang menggunakan senjata tajam seperti parang, tombak hingga senapan angin.
Bentrok berlangsung sejak pagi dan memuncak pada siang hari. Aparat gabungan dari Polres Halmahera Tengah dan TNI dari Kodim 1512/Weda dikerahkan untuk membubarkan bentrokan. Namun, situasi sempat sulit dikendalikan karena emosi massa yang tinggi.
Bentrok juga disertai aksi pembakaran rumah warga di Desa Sebenpopo.
Untuk mengendalikan situasi, Polda Maluku Utara menurunkan personel Brimob ke lokasi.
Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Stephen M Napiu, mengatakan bentrokan dipicu penemuan jenazah oleh warga Desa Banemo yang diduga korban tindak pidana.
"Telah terjadi konflik sosial di Kabupaten Halmahera Tengah tepatnya di Desa Sibenpopo dan Banemo, tadi diawali dengan penemuan jenazah yang kita duga ini dari korban tindak pidana," kata Stephen.
Ia membenarkan adanya pembakaran rumah. Namun aparat gabungan berjumlah sekitar 250 personel, mampu mencegah konflik meluas.
Korban JiwaWakapolda menyebut, hingga saat ini ada 2 warga tewas akibat bentrokan tersebut.
"Korban sampai saat ini ada 2 yang meninggal dunia dan muda-mudahan tidak bertambah lagi. Situasi dan kondisi saat ini masih bisa kita kerap dengan pasukan yang ada tentunya dengan tokoh-toko yang ada. Kita harapkan dengan kehadiran dari Forkopimda baik di Kabupaten Halmahera Tengah maupun tingkat satu bisa dipertemukan agar segera terselesaikan," harapnya.
Ia mengimbau masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi.
"Kita sesama manusia perlu kita rekonsiliasi karena korban ini belum tentu menyasar kepada etnis tertentu, sehingga kita harus dalami kembali jangan kita berpersepsi akhirnya berkembang luas," ucap Stephen.





