BANDUNG, KOMPAS - Hujan deras disertai angin kencang hingga hujan es melanda Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/4/2026). Akibatnya, puluhan pohon dan baliho dan roboh di berbagai titik.
Berdasarkan data Sinergi Informasi Koordinasi Kolaborasi Cepat Tanggap (SIKKAT) Kota Bandung, tercatat 34 kejadian darurat hingga pukul 16.45 WIB. Hal itu terdiri dari 31 pohon tumbang, 2 baliho roboh, serta 1 kejadian banjir akibat tanggul jebol.
Beberapa lokasi pohon tumbang antara lain di Jalan Cibolerang, Jalan Raya Kopo, Jalan Dr Djunjunan, dan kawasan Pasteur. Peristiwa itu juga terjadi di Jalan Pajajaran, Jalan Sukajadi, hingga wilayah Ciumbuleuit dan Dago. Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kecepatan angin sekitar 42 kilometer per jam.
Sementara itu, satu kejadian banjir akibat tanggul jebol dilaporkan terjadi di Jalan Babakan Ciparay. Banjir menggenangi permukiman.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung Bambang Sukardi menyatakan sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk layanan utilitas seperti PLN. Hal itu untuk mencegah korsleting akibat pohon tumbang.
“Berbagai proses meminimalkan dan membersihkan dampak kejadian darurat ini juga masih dilakukan,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu mengatakan, hujan es adalah dampak masa peralihan musim hujan ke kemarau.
Hujan es terjadi dalam waktu singkat, butiran es dapat berdiameter antara 5 milimeter hingga lebih dari 15 sentimeter.
“Hujan es terbentuk akibat udara panas yang naik membawa uap air, menciptakan awan Cumulonimbus. Selanjutnya, akibat suhu sangat dingin, awan membekukan uap air tersebut menjadi es, yang kemudian jatuh saat arus udara tidak lagi kuat menahannya,” kata dia.
Ke depan, kata Teguh, hujan masih berpotensi menimbulkan kejadian darurat atau bencana susulan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada, menghindari berteduh di bawah pohon, serta memperhatikan potensi bahaya di lingkungan masing-masing.





