Iran Gandeng Negara Tetangga, Kawal Kapal Lewat Selat Hormuz

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz, seperti yang terlihat dari bagian utara Ras al-Khaimah, dekat perbatasan dengan pemerintahan Musandam di Oman, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Uni Emirat Arab, 11 Maret 2026. (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Iran dan Oman tengah menyusun protokol yang ditujukan untuk mengontrol penuh lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan kantor berita Iran, IRNA, lalu lintas kapal tanker melalui jalur pengiriman minyak utama "harus diawasi dan dikoordinasikan" dengan kedua negara, kata Kazem Gharibabadi, wakil menteri luar negeri Iran bidang hukum dan urusan internasional.

"Tentu saja, persyaratan ini tidak berarti pembatasan, melainkan untuk memfasilitasi dan memastikan jalur pelayaran yang aman serta memberikan layanan yang lebih baik kepada kapal-kapal yang melewati rute ini," kata Gharibabadi dilansir CNBC Internasional, Jumat (3/4/2026).


Pernyataan ini mencuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan perang melawan Iran akan berlanjut selama beberapa minggu mendatang.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi sebagian besar transit minyak dunia, telah ditutup secara efektif sejak perang di kawasan Timur Tengah itu meletus pada 28 Februari, diawali dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Pilihan Redaksi
  • Ancaman Zaman Batu Donald Trump Dibalas Telak Iran
  • Optimis Pasar Modal Tumbuh, Pengamat Sambut Positif Langkah OJK

Blokade Iran dengan cepat menyebabkan lonjakan harga minyak, yang tercatat mencapai pergerakan tertinggi dan bersejarah, menciptakan krisis energi berantai dengan dampak luas di seluruh dunia.

Namun, Trump bersikeras AS tidak terpengaruh oleh penutupan tersebut karena AS mengimpor minyak dalam jumlah yang relatif sedikit melalui Selat Hormuz.

"Kita tidak membutuhkannya, dan kita tidak membutuhkannya," katanya dalam pidatonya pada Rabu malam.

Namun demikian, harga rata-rata bensin di AS telah melonjak lebih dari 30% dalam sebulan, melampaui US$4 per galon untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Hormuz Bukan Medan Mudah Bagi AS

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
324 Hunian Relokasi Warga Bantaran Rel Senen Mulai Dibangun
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Foto: Khusyuknya Umat Ikuti Kebaktian Jumat Agung di Indonesia Arena GBK
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Sahroni Desak Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Lomba Tahfidz Segera Ditangkap
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jalani Pemeriksaan Kasus Dugaan Penipuan Investasi PT DSI, Dude Harlino Tegaskan Hanya Perannya di Perusahaan
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Gunung Dukono Erupsi, Ketinggian Abu Terpantau hingga 1.500 Meter
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.