JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang masih mengawal kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.
Andrie menyebutkan bahwa penyiram air keras adalah sekelompok orang pengecut.
“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” kata Andrie, dalam rekaman suara dikutip Kompas.com, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: Saat Desakan Usut Kasus Andrie Yunus Menggema di Tengah Aksi Kamisan ke-902
Menurut Andrie, dukungan dari berbagai pihak membuat dirinya lebih tegar.
“Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian, a luta continua! Panjang umur perjuangan!" sambung Andrie.
Sementara itu, Kepala Divisi Impunitas KontraS, Jane Rosalina, mengatakan rekaman suara Andrie Yunus dilakukan di RS Cipto Mangunkusumo pada Rabu (1/4/2026) lalu.
Andrie juga berpesan kepada rekan-rekannya untuk memaafkan para pelaku penyiraman air keras demi kemanusiaan.
“Tapi Andrie berpesan tetap harus disuarakan dan dituntut pertanggungjawabannya secara menyeluruh baik aktor lapangan maupun aktor intelektualnya secara transparan dan akuntabel,” tutur Jane saat dihubungi Kompas.com, Jumat.
Baca juga: Aksi Kamisan Desak Pembentukan TGPF Kasus Andrie Yunus
Menurut Jane, Andrie belum tahu tentang perkembangan lanjutan kasus penyiraman air keras. Pihak keluarga maupun KontraS tak mau informasi yang ada justru mengganggu pemulihan Andrie.
Hingga kini, Andrie masih menjalani perawatan intensif di High Care Unit (HCU) RS Cipto Mangunkusumo. Andrie juga belum bisa dijenguk oleh selain keluarga dan tim kuasa hukum.
Andrie Yunus Disiram Air Keras
Sebelumnya, Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan, peristiwa bermula setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Menteng.
"Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Dimas.
Akibat serangan tersebut, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motor.
Baca juga: Teror Beruntun di Balik Kasus Andrie Yunus: Aktivis dan Tim Hukum Dibayang-bayangi Ancaman