Jalan Salib Kreatif: Kisah Sengsara Perspektif Petrus

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Gereja Katedral Jakarta menggelar prosesi "Jalan Salib Kreatif" bertajuk Lux in Nihilo (Terang dalam Kegelapan) untuk memperingati Jumat Agung, 3 April 2026.

Melalui perpaduan teatrikal, musikal, dan seni tari, pertunjukan ini mengajak umat merefleksikan iman dan pertobatan di tengah dinamika kehidupan modern.

Imam Gereja Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus, menjelaskan bahwa pementasan tahun ini dibawakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) dengan mengangkat sudut pandang yang unik, yakni melalui perspektif salah satu murid Yesus, Petrus.

Orang Muda Katolik Memerankan Prosesi Jalan Salib Kreatif Bertajuk Lux In Nihilo di Gereja Katedral Jakarta, Jumat, 3 April 2026 (Foto: Katedral Jakarta)

"Pementasan ini menampilkan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus dari perspektif Petrus. Ia adalah murid yang sangat menggebu-gebu mengikuti Yesus, tetapi dalam kelemahan dan kekurangannya, ia justru menyangkal Yesus," ungkap Romo Yohanes di Gereja Katedral Jakarta, Jumat, 3 April 2026.

Refleksi Kelemahan Manusia

Pemilihan figur Petrus bukan tanpa alasan. Romo Yohanes memaparkan bahwa sisi manusiawi Petrus menggambarkan kondisi nyata manusia yang kerap goyah saat menghadapi penderitaan atau ketakutan.

“Perspektif ini ditonjolkan karena manusia, dalam penderitaan atau ketakutan, bisa menyangkal dan meninggalkan Tuhan,” jelasnya.

Namun, pesan utama dari Lux in Nihilo bukanlah tentang pengkhianatan, melainkan tentang kesetiaan Tuhan.

"Dalam cerita ini, Yesus menunjukkan penderitaan yang begitu besar, namun Ia tetap mencintai dan memilih Petrus. Ia tidak meninggalkan Petrus, dan tidak meninggalkan kita," tambah Romo Yohanes.

Keterlibatan 200 Orang Muda Katolik

Pertunjukan kolosal ini merupakan hasil persiapan panjang yang dimulai sejak November 2025. Sebanyak 200 anggota OMK terlibat dalam produksi ini, mulai dari pemeran, pemusik, hingga tim di balik layar.

Lebih lanjut, Romo Yohanes menyebutkan bahwa seluruh pemain dipilih melalui proses audisi ketat.

"Untuk pemainnya, ini terpilih berdasarkan casting karena teman-teman OMK ini bukan pemain drama profesional, namun mereka memberikan hati mereka dalam pelayanan ini," ucapnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jemaat Padati GPIB Immanuel Jakarta saat Ibadah Jumat Agung, Lalin Sekitar Lancar
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Peran Rafael Struick di Balik Keputusan Ivar Jenner Gabung Dewa United dan Tinggalkan FC Utrecht: Dia Bilang Liga di Sini Bagus
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
BNPB Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Sulut-Malut
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alasan Mantan Memblokir Kontakmu
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Trump Kembali Serang Iran, Hancurkan Jembatan Tertinggi di Timur Tengah
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.