Perang Belum Usai, RI Diminta Segera Perkuat Kemandirian Energi Melalui Ketenagalistrikan

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Elektrifikasi kendaraan merupakan langkah strategis untuk mengalihkan konsumsi energi di sektor transportasi dari bahan bakar fosil ke listrik.

Perang Belum Usai, RI Diminta Segera Perkuat Kemandirian Energi Melalui Ketenagalistrikan. (Foto Istimewa)

IDXChannel — Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menekankan pentingnya elektrifikasi kendaraan dan penggunaan kompor listrik sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional di tengah dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.

“Kondisi saat ini, menjadi pengingat bagi Indonesia untuk segera memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya domestik, terutama ketenagalistrikan di tengah risiko stabilitas pasokan dan harga energi dunia,” katanya dalam rapat sektor ketenagalistrikan, di Gedung DPR RI, ditulis Jumat (3/4/2026).

Baca Juga:
Selain EV, Kompor Listrik Dinilai Jadi Alternatif Strategis Hadapi Ketidakpastian Energi

Sugeng menjelaskan, elektrifikasi kendaraan merupakan langkah strategis untuk mengalihkan konsumsi energi di sektor transportasi dari bahan bakar fosil ke listrik. 

“Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, konsumsi energi dapat lebih bertumpu pada sistem kelistrikan nasional yang bersumber dari dalam negeri,” katanya. 

Baca Juga:
Percepatan Kendaraan Listrik Dinilai Jadi Solusi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Dalam beberapa tahun terakhir, data menunjukkan, subsidi energi meningkat dari Rp95,7 triliun (2020) menjadi Rp159,6 triliun (2023), lalu naik ke Rp203,4 triliun pada 2024, terutama untuk BBM dan LPG. 

Baca Juga:
Perang Timur Tengah Bisa Jadi Momentum Pemerintah Perluas Insentif Energi Berbasis Listrik

Bahkan pada 2025, total anggaran mencapai Rp394,3 triliun, dan direncanakan Rp210,06 triliun dalam RAPBN 2026, dengan porsi besar tetap untuk BBM dan LPG.

Untuk itu, Sugeng juga mendorong konversi kompor berbahan bakar gas ke kompor listrik di tingkat rumah tangga. 

“Penggunaan kompor listrik dapat menjadi alternatif yang lebih efisien sekaligus memanfaatkan jaringan listrik yang telah tersedia luas di berbagai daerah,” katanya. 

Sugeng menegaskan, kedua langkah tersebut tidak hanya mendukung transisi menuju energi bersih, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadapi ketidakpastian global. 

“Peningkatan konsumsi listrik domestik secara produktif akan memperkuat sistem energi nasional di tengah tekanan eksternal,” katanya. 

Dia menambahkan, kebijakan elektrifikasi kendaraan dan kompor listrik perlu didukung regulasi yang matang agar implementasinya berjalan efektif dan tidak membebani masyarakat.

“Dengan demikian, transisi energi dapat berlangsung bertahap sekaligus memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi nasional,” kata dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekspor CPO Melonjak di Awal 2026, Pemerintah Perkuat Hilirisasi Sawit untuk Dongkrak Nilai Tambah
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Raymond/Joaquin: Main di Piala Thomas Impian Kami
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kemhan: Kondisi Tiga Prajurit TNI yang Terluka di Lebanon Mulai Membaik
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Lux in Nihilo, Jalan Salib di Gereja Katedral Jakarta Hadirkan Momen Refleksi Penuh Makna
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Iran Larang AS dan Israel Masuk Hormuz, Ketegangan Energi Meningkat
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.