REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laporan Time yang mengutip sejumlah sumber mebyebutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mencari jalan untuk keluar dari perangnya dengan Iran. Ini karena khawatir operasi militer yang berkepanjangan dapat melemahkan posisi Partai Republik dalam Pemilihan Kongres paruh waktu.
Pemimpin AS itu ingin menyatakan kemenangan dan mengakhiri permusuhan dengan Iran sebelum kerugian politik menjadi tidak dapat diperbaiki.
Baca Juga
Studi: Paparan Pestisida Pertanian Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Erick Thohir Dorong Perempuan dan Pemimpin Muda Warnai Kemenpora
Semakin Banyak Desa di Indramayu yang Kebanjiran, Apa Kata Pemkab?
"Kemungkinan peluangnya sangat sempit," kata seorang pejabat senior AS sebagaimana dikutip oleh majalah berita tersebut.
Laporan itu mencatat bahwa Trump, karena khawatir informasinya bocor, mengumumkan kepada para ajudannya sehari sebelum operasi terhadap Iran bahwa operasi tersebut dibatalkan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut sumber tersebut, Trump tiba di kediamannya di Mar-a-Lago pada 27 Februari, di mana para ajudannya berkumpul di pusat operasi sementara. Trump dilaporkan merasa geram dengan banyaknya orang yang hadir, termasuk orang-orang yang tidak dikenalnya atau yang menurutnya tidak cukup dikenalnya.
Pada satu waktu, presiden itu mengumumkan bahwa operasi tersebut dibatalkan, menurut laporan itu, kemudian menambahkan bahwa setelah ruangan kosong, dia memanggil kembali sebagian kecil ajudan terpercaya, orang-orang yang diharapkan ada ketika operasi dimulai.
Pemilihan paruh waktu untuk kedua majelis Kongres akan berlangsung pada 3 November. Partai Republik saat ini memegang mayoritas di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat.