Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (3/4) memperingatkan serangan ke fasilitas kesehatan di Iran meningkat. Total 307 lokasi dilaporkan rusak akibat konflik.
Peringatan WHO ini menegaskan dampak perang Iran yang kini meluas ke sektor kesehatan, termasuk rumah sakit dan pusat riset di Teheran.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut serangan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Sejumlah serangan terhadap fasilitas kesehatan telah dilaporkan di ibu kota Iran, Teheran, dalam beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah,” tulis Tedros dalam platform X-nya.
Salah satu yang terdampak adalah Institut Pasteur di Teheran yang mengalami kerusakan parah akibat serangan udara hingga tidak lagi bisa beroperasi.
“Institut ini mengalami kerusakan signifikan dan tidak dapat melanjutkan layanan kesehatan,” ujarnya.
WHO mencatat lebih dari 20 fasilitas kesehatan telah terverifikasi menjadi target serangan sejak konflik meningkat mulai 1 Maret 2026, demikian dilansir AFP.
Selain itu, serangan juga menghantam perusahaan farmasi dan sejumlah rumah sakit di Teheran.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan menghancurkan Iran, meski hukum internasional melarang penargetan infrastruktur sipil.
Fasilitas kesehatan dilindungi oleh Konvensi Jenewa sebagai bagian dari aturan perang.
Data Palang Merah Iran menyebut total 307 fasilitas kesehatan dan darurat telah rusak akibat konflik ini.
Konflik bermula sejak 28 Februari, saat AS dan Israel menyerang Iran dengan tuduhan pengembangan senjata nuklir. Hal yang kemudian dibantah Teheran.





