Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menangani kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Raja Darmika, dikonfirmasi dari Bintan, Jumat, mengatakan operasi tersebut telah dimulai sejak 2 April 2026 dan masih berlangsung hingga saat ini.
OMC merupakan upaya memanipulasi kondisi cuaca secara terencana, seperti meningkatkan curah hujan. Di Natuna, operasi ini difokuskan untuk menambah intensitas hujan guna membantu memadamkan titik api serta mengurangi dampak kekeringan.
Baca juga: Pemkab berupaya padamkan karhutla di Natuna dengan metode bom air
“Operasi modifikasi cuaca sudah dilakukan sejak 2 April menggunakan pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” ucapnya.
Menurut dia, langkah ini dilakukan karena masih terdapat titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga diperlukan intervensi dari udara untuk mempercepat penanganan.
Selain OMC, Pemkab Natuna juga mendapat dukungan operasi udara berupa pemadaman menggunakan helikopter dengan metode water bombing atau bom air. Namun, pada hari ini operasi bom air tidak dilakukan karena kondisi api relatif kecil dan menyebar tipis.
Ia menambahkan, kombinasi operasi modifikasi cuaca dan patroli udara diharapkan dapat mempercepat pengendalian karhutla serta mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Natuna.
Baca juga: Lanud RSA Natuna aktifkan posko udara dukung penanganan karhutla
“Untuk hari ini, operasi water bombing tidak dilakukan karena intensitas api sudah menurun. Kami lebih memanfaatkan pesawat untuk patroli udara dan pelaksanaan modifikasi cuaca,” katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Raja Darmika, dikonfirmasi dari Bintan, Jumat, mengatakan operasi tersebut telah dimulai sejak 2 April 2026 dan masih berlangsung hingga saat ini.
OMC merupakan upaya memanipulasi kondisi cuaca secara terencana, seperti meningkatkan curah hujan. Di Natuna, operasi ini difokuskan untuk menambah intensitas hujan guna membantu memadamkan titik api serta mengurangi dampak kekeringan.
Baca juga: Pemkab berupaya padamkan karhutla di Natuna dengan metode bom air
“Operasi modifikasi cuaca sudah dilakukan sejak 2 April menggunakan pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” ucapnya.
Menurut dia, langkah ini dilakukan karena masih terdapat titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga diperlukan intervensi dari udara untuk mempercepat penanganan.
Selain OMC, Pemkab Natuna juga mendapat dukungan operasi udara berupa pemadaman menggunakan helikopter dengan metode water bombing atau bom air. Namun, pada hari ini operasi bom air tidak dilakukan karena kondisi api relatif kecil dan menyebar tipis.
Ia menambahkan, kombinasi operasi modifikasi cuaca dan patroli udara diharapkan dapat mempercepat pengendalian karhutla serta mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Natuna.
Baca juga: Lanud RSA Natuna aktifkan posko udara dukung penanganan karhutla
“Untuk hari ini, operasi water bombing tidak dilakukan karena intensitas api sudah menurun. Kami lebih memanfaatkan pesawat untuk patroli udara dan pelaksanaan modifikasi cuaca,” katanya.





