Ahli Lingkungan: Green Policing dan Penanaman Pohon Efektif Tekan Dampak El Nino

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BENGKALIS - Guru Besar IPB University sekaligus pakar forensik kebakaran hutan, Prof. Bambang Hero Suharjo, menegaskan bahwa upaya penanaman pohon melalui program Green Policing dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk menekan dampak fenomena El Nino.

Hal tersebut disampaikan Bambang saat meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Jumat (3/4/2026).

BACA JUGA: Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Amran Siapkan 5 Strategi Jaga Swasembada Pangan

Menurut Bambang, pengendalian karhutla sejatinya terdiri dari tiga tahapan utama, yakni pencegahan, pemadaman, dan penanganan pascakebakaran.

Namun, kunci utama terletak pada pencegahan sejak dini.

BACA JUGA: Atasi Dampak El Nino, Menko Airlangga Salurkan BLT Bagi Kelompok Rentan di Yogyakarta

“Paling penting adalah pencegahan. Begitu terdeteksi ada potensi kebakaran, harus segera ditangani agar api tidak membesar. Kalau dibiarkan, api akan semakin meluas dan sulit dikendalikan,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya sistem early warning atau peringatan dini yang terintegrasi, termasuk pemanfaatan dashboard pemantauan hotspot yang telah dimiliki Pemerintah Provinsi Riau, serta kolaborasi dengan Manggala Agni dan seluruh stakeholder terkait.

BACA JUGA: Pemerintah Salurkan BLT Untuk Antisipasi Dampak El Nino

Selain itu, Bambang menyoroti pentingnya keseimbangan antara emisi gas rumah kaca dan upaya penyerapan karbon melalui penanaman pohon.

Dalam konteks ini, program Green Policing yang digagas Polda Riau dinilai sejalan dengan upaya penurunan emisi atau Nationally Determined Contributions (NDC).

“Emisi yang dilepaskan akibat kebakaran harus diimbangi dengan penyerapan karbon. Caranya adalah dengan menanam pohon. Ini bukan sekadar simbolis, tetapi solusi ilmiah untuk menekan CO2 di atmosfer,” jelasnya.

Dia menambahkan, efektivitas penanaman pohon tidak hanya bergantung pada kegiatan tanam, tetapi juga pada keberlanjutan perawatan hingga tanaman tumbuh optimal dan mampu menyerap karbon melalui proses fotosintesis.

“Penanaman itu harus dipastikan hidup. Kami bisa monitor pertumbuhannya, karena dari situlah proses penyerapan CO2 berjalan. Ini bagian penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim, termasuk El Nino,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga kembali mengingatkan bahwa ancaman El Nino 2026 berpotensi lebih kuat, ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik hingga sekitar 2,7 derajat Celsius.

Kondisi ini, lanjutnya, dapat memicu kekeringan ekstrem yang membuat lahan semakin rentan terbakar jika tidak diantisipasi secara serius dan kolaboratif.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung langkah pencegahan karhutla, termasuk melalui pendekatan lingkungan seperti Green Policing, patroli intensif, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Upaya terpadu ini diharapkan mampu menekan potensi karhutla di Riau, sekaligus mengurangi dampak buruk El Nino terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. (mcr36/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Petani Menyetujui Imbauan Tentara Membantu Menanam Padi di Tengah Fenomena El Nino


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Rizki Ganda Marito


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Libur Jumat Agung, Lalu Lintas Jakarta Lancar Pagi Ini
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Putin dan Erdogan Desak Perang di Timur Tengah Segera Dihentikan
• 4 jam laludetik.com
thumb
BRI Super League: Krisis Kebugaran dan Jadwal Padat Hantui Persebaya di Bulan April
• 10 jam lalubola.com
thumb
Adu Kuat Piala AFF dengan FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Bakal Juara Enggak nih?
• 19 jam lalubola.com
thumb
Begini Penampakan Jalan di Kawasan Taman Menteng yang Viral di Medsos
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.