Kapolda Riau Pastikan Tindak Tegas Pelaku Karhutla: Tak Ada Toleransi!

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Bengkalis -

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan berkomitmen penuh dalam penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jenderal bintang dua ini memastikan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku karhutla.

"Penegakan hukum harus tegas dan berkeadilan. Tidak boleh ada toleransi bagi pelaku pembakaran, baik yang disengaja maupun yang berlindung di balik alasan kelalaian," ujar Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

Hal itu ia sampaikan saat melakukan monitoring karhutla di Bengkalis, Jumat (3/4/2026). Turut hadir di lokasi, pakar IPB University sekaligus ahli forensik kebakaran hutan, Prof Bambang Hero Saharjo dan Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar.

Sepanjang 2025, Polda Riau dan jajaran telah menangani 74 kasus karhutla dan menangkap 74 tersangka. Di sisi lain, langkah pencegahan juga dilakukan Polda Riau bersama stakeholder dengan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Sebagai upaya pencegahan, Polda Riau dan Pemda juga telah memasang ratusan papan peringatan ancaman pidana bagi pelaku pembakaran, sekaligus larangan pemanfaatan lahan bekas karhutla untuk kegiatan perkebunan.

"Kami ingin ada efek jera. Lahan yang sudah terbakar tidak boleh dimanfaatkan kembali, termasuk untuk penanaman sawit. Ini bagian dari upaya moratorium agar kejadian serupa tidak terulang," imbuh Irjen Herry.

Baca juga: Ancaman Super El Nino, Pakar Wanti-wanti Potensi Karhutla Seperti Tahun 97

Ancaman Super El Nino

Sementara itu, Prof Bambang Hero Saharjo, mengingatkan bahwa situasi tahun ini memerlukan perhatian ekstra serius dan langkah proaktif sebelum kabut asap mengepung wilayah nusantara.

Istilah 'Super El Nino' merujuk pada fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis yang mencapai setidaknya 2,7°C di atas rata-rata. Dampaknya tidak main-main: pergeseran sirkulasi atmosfer global yang memicu cuaca ekstrem.

"Dengan kondisi 2,7°C ini, ini persis kejadiannya seperti kejadian kebakaran 1997-1998, di mana lahan yang terbakar 10-11 juta hektare dan yang meninggal itu 500 jiwa," kata Bambang.

Pada kesempatan itu, Bambang turut menyinggung program Green Policing Polda Riau. Menurutnya, penanaman pohon adalah salah satu cara efektif dalam menekan emisi gas rumah kaca. Meski terlihat 'main-main', namun penanaman pohon dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan lebih masif lagi.

"Karena emisi gas rumah kaca yang kita lepaskan itu harus dikendalikan dengan penanaman dan Kapolda Riau telah melakukan itu, meskipun kelihatannya 'main-main' tanam...tanam...tanam, tetapi kalau kita lihat secara scientific, itulah cara untuk menekan emisi gas rumah kaca," katanya.

Bambang yang juga pakar forensik kebakaran hutan menilai program Green Policing yang digagas Polda Riau sejalan dengan upaya penurunan emisi atau Nationally Determined Contributions (NDC).

"Emisi yang dilepaskan akibat kebakaran harus diimbangi dengan penyerapan karbon. Caranya adalah dengan menanam pohon. Ini bukan sekadar simbolis, tetapi solusi ilmiah untuk menekan CO2 di atmosfer," jelasnya.

Baca juga: Antisipasi Super El Nino, Kapolda Riau Turun Monitoring Karhutla di Bengkalis




(mea/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dijadwalkan Tiba di Indonesia Akhir Pekan Ini
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Update Banjir Demak: 583 Mengungsi, Satu Warga Hilang
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3.176 keluarga di 16 desa di Kabupaten Grobogan terdampak banjir
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Viral Detik-Detik Pencuri Kabel di Jambi Gosong Terpanggang Listrik 20.000 Volt
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.