Bisnis.com, MAKASSAR — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melakukan peninjauan langsung di lokasi terdampak setelah gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (2/4/2026).
Peninjauan dimaksud untuk melakukan penilaian terhadap kerusakan infrastruktur serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat pascagempa yang terjadi sehari sebelumnya.
Berdasarkan koordinasi BNPB dengan pemerintah setempat, setidaknya terdapat 41 bangunan, baik rumah maupun fasilitas umum, yang mengalami kerusakan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pihaknya saat ini tengah memetakan skala prioritas bantuan untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.
Sesuai arahan Presiden, bantuan yang disiapkan mencakup logistik permakanan dan nonpermakanan, peralatan kebencanaan, pengerahan personel tambahan, hingga dukungan anggaran darurat guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi waspada terhadap potensi gempa susulan, serta mengikuti instruksi resmi dari pemerintah daerah dan otoritas kebencanaan setempat.
Baca Juga
- Operasional PLTP Lahendong Tetap Normal usai Gempa Magnitudo 7,3 di Sulawesi Utara
- Bandara Sam Ratulangi Manado Beroperasi Normal Usai Gempa M7,6 Guncang Sulut
- Komdigi: Jaringan Telekomunikasi Sulut Pulih 100% Kurang dari 24 Jam Pascagempa
"Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pendataan di lapangan guna memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak," ucap Abdul Muhari melalui keterangan resmi, Jumat (3/4/2026).
Sementara itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar mengemukakan bahwa berdasarkan data sementara, terdapat 41 bangunan yang mengalami kerusakan. Kendati demikian, kerusakan tersebut dinilai tidak terlalu signifikan dan masih dapat ditangani oleh pemerintah kota.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pendataan lanjutan serta intervensi untuk mempercepat pemulihan infrastruktur sesuai arahan BNPB.
“Sampai saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan BNPB pusat. Apabila terdapat kebutuhan dukungan tambahan, akan segera kami sampaikan kepada pemerintah pusat,” pungkasnya.
Hengky pun berharap proses pemulihan dapat berjalan optimal sehingga aktivitas masyarakat segera kembali normal.





