GARUT, KOMPAS.TV - Meski Indonesia mulai memasuki masa peralihan musim, ancaman bencana hidrometeorologi belum mereda.
Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pemerintah daerah bahkan menetapkan status siaga darurat hingga akhir April 2026 menyusul potensi hujan lebat yang masih tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menyampaikan bahwa status siaga darurat bencana hidrometeorologi diberlakukan hingga 30 April 2026.
Baca Juga: Banjir di Demak, BPBD Catat 6 Desa Terdampak
"Saat ini Pemerintah Kabupaten Garut melalui BPBD masih menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlaku hingga 30 April 2026," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah di Garut, Jumat (3/4/2026), dikutip dari Antara.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi bencana yang masih mengintai, seperti banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem.
Abud menjelaskan bahwa meskipun saat ini cuaca mulai memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih kerap terjadi di sejumlah wilayah.
Bahkan, kondisi tersebut sering disertai angin kencang dan petir.
Situasi ini membuat tingkat risiko bencana di Garut tetap tinggi, mengingat wilayah tersebut dikenal sebagai daerah rawan bencana hidrometeorologi, termasuk longsor dan pergerakan tanah.
Data BPBD mencatat, selama periode 14 hingga 29 Maret 2026, telah terjadi 15 kejadian bencana di berbagai wilayah Garut.
Dari jumlah tersebut, kejadian cuaca ekstrem mendominasi dengan tujuh kasus, disusul tanah longsor sebanyak enam kejadian, serta banjir sebanyak dua kejadian.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV/Antara
- BPBD Garut 2026
- siaga bencana Garut
- hujan lebat Garut
- cuaca ekstrem Jawa Barat
- bencana hidrometeorologi
- longsor Garut





