PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui pengembangan rantai pasok bioenergi yang terintegrasi.
Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Kalimantan Powerindo untuk pengembangan dan pengelolaan bioenergi.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan bahwa biomassa menjadi komponen penting dalam menjaga keandalan pasokan energi sekaligus mendukung transisi menuju target net zero emission (NZE) 2060.
PLN EPI, sebagai subholding energi primer, memiliki mandat memastikan ketersediaan energi yang tidak hanya andal, tetapi juga berkelanjutan.
“Penguatan ekosistem biomassa tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita perlu kolaborasi dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber pasok, pengolahan, logistik, hingga pemanfaatannya,” ujar Hokkop saat penandatanganan MoU, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, penguatan ekosistem biomassa membutuhkan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir.
PLN EPI mendorong integrasi rantai pasok melalui pengembangan skema hub dan sub-hub yang memungkinkan konsolidasi bahan baku, standarisasi kualitas, serta efisiensi distribusi ke pembangkit.
“Melalui pendekatan hub, kita tidak hanya mengamankan pasokan, tetapi juga menciptakan efisiensi logistik dan kepastian kualitas biomassa. Ini menjadi fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan program cofiring di PLTU,” jelas Hokkop.
Lebih lanjut, Hokkop menekankan bahwa dinamika geopolitik global mendorong pentingnya diversifikasi energi berbasis sumber daya dalam negeri.
“Energi fosil ke depan akan menjadi buffer, sementara energi terbarukan seperti biomassa harus mulai kita dorong sebagai sumber utama. Di sinilah peran PLN EPI untuk memastikan kesiapan ekosistemnya,” tambahnya.
Direktur Utama PT Kalimantan Powerindo, Rudy Gunawan, mengatakan perusahaan sejak beberapa tahun terakhir telah mempersiapkan diri menyongsong ekosistem biomassa.
“Kerja sama ini semakin memotivasi kami untuk memperluas jejak dan berinovasi di sektor energi terbarukan. Inisiatif tersebut sejalan dengan visi dan misi perusahaan untuk berkontribusi pada transisi energi serta mendukung pencapaian Net Zero Emission,” ujar Rudy.
Rudy memaparkan bahwa Kalimantan berpeluang besar menjadi hub energi dan logistik biomassa. Di sekitar area PT Kalimantan Powerindo terdapat konsentrasi sumber energi dari tambang dan pabrik kelapa sawit yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pasokan biomassa.
Baca Juga: PLN EPI Optimistis Capai Target Biomassa 2026 Usai Pengiriman 6.700 Ton
Baca Juga: PLN EPI Amankan Gas 111 MMSCFD dari Proyek Mako Natuna
Melalui kerja sama ini, PLN EPI dan Kalimantan Powerindo akan menjajaki pengembangan biomass hub di Kalimantan Timur, termasuk pemanfaatan berbagai jenis bahan baku seperti cangkang sawit (palm kernel shell/PKS), empty fruit bunch (EFB), biomassa kayu, hingga bioCNG.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan untuk program cofiring PLTU, tetapi juga menjadi model pengembangan bioenergi terintegrasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.





