FPTI sebut atlet Indonesia tolak tawaran naturalisasi dari Turki

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Bekasi (ANTARA) - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.

Yenny mengatakan bahwa tawaran tersebut telah dilontarkan pihak Turki yang menginginkan setidaknya tiga sampai lima atlet panjat tebing Indonesia untuk di naturalisasi.

“Sebanyak-banyaknya kalau mereka mau. Mungkin bisa sampai tiga sampai atlet yang ditawarkan (naturalisasi-red),” kata Yenny Wahid dalam konferensi pers di Bekasi, Jumat.

Baca juga: Atlet panjat tebing Indonesia yang bersaing dalam Kualifikasi AG

Baca juga: Veddriq siap menatap Kualifikasi Asian Games 2026

Yenny bersyukur bahwa atlet Indonesia masih memilih untuk tetap membela Merah Putih meskipun telah diberikan tawaran yang cukup menggiurkan dari negara lain.

“Walaupun dengan tawaran yang sangat menggiurkan, gaji yang tinggi, dan kemudian kesempatan untuk bertanding di kejuaraan-kejuaraan Eropa, mereka tetap lebih bangga kalau berjuang untuk Merah Putih,” tutur Yenny.

Tim panjat tebing Indonesia memang kini tengah memasuki masa keemasan dengan proses regenerasi yang berjalan lancar.

Terlebih saat ini di pemusatan latihan nasional (pelatnas) terdapat komposisi yang cukup merata baik di nomor speed maupun lead dan boulder.

Terdekat tim Merah Putih akan bersaing dalam Kualifikasi Asian Games 2026 yang berlangsung di China mulai 9 April 2026.

Total sebanyak 16 atlet membela tim Merah Putih untuk merebut tiket otomatis menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September-4 Oktober 2026.

Baca juga: Pernyataan FPTI terkait perkembangan kasus pelecehan seksual pelatnas

Baca juga: FPTI bakal siapkan retreat selepas Kualifikasi Asian Games 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Jateng Ungkap Kasus LPG Subsidi Oplosan, 2 Pelaku Ditangkap
• 14 jam laludetik.com
thumb
Pasukan Perdamaian Kembali Jadi Korban Serangan di Lebanon
• 3 jam laludetik.com
thumb
Gempa Bitung M 7,6:  Gempa Susulan Masih Membuat Warga Cemas
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Bahasa Indonesia vs Bahasa Asing di Sekolah: Antara Identitas dan Ambisi Global
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Apindo Respons Kebijakan WFH, Soroti Produktivitas Dunia Industri
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.