REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyampaikan pesan kepada para calon pekerja migran Indonesia (PMI) agar bekerja dengan profesional, berintegritas, dan menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri. Pesan ini disampaikan saat acara pelepasan PMI ke Jepang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat.
"Kuncinya adalah profesionalitas anda, integritas anda, dan komitmen kultur anda untuk menjaga nama baik Indonesia. Semua PMI harus bekerja dengan kepala tegak, berani, yakin, profesional, keahlian anda tidak kalah dari keahlian negara-negara lainnya. Inilah Merah Putih yang akan terus kita jaga," ujar Menko Muhaimin Iskandar.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin Iskandar juga menekankan pentingnya untuk terus belajar, mengingat dunia kerja yang selalu berubah cepat. "Saya berharap teruslah belajar, tidak berhenti. Bekerja ya bekerja, tetapi dunia tidak sedang baik-baik saja. Banyak sekali percepatan perubahan di luar kemampuan kita, bukan hanya yang muda, yang tua pun hari ini harus belajar. Kalau tidak belajar maka ketinggalan, sehingga kapasitas kita harus menyesuaikan," jelasnya.
Sebanyak 200 calon PMI diberangkatkan ke Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) sektor manufaktur, sebagai fase awal (piloting) yang didukung pembiayaan CSR BUMN. Kegiatan ini adalah bagian dari implementasi program SMK Go Global yang bertujuan menyiapkan talenta Indonesia agar bersaing di tingkat internasional.
Para calon PMI tersebut diberangkatkan melalui program kolaboratif, termasuk 50 orang melalui CSR PT Angkasa Pura, 30 orang melalui CSR PT Kereta Api Indonesia, dan 120 orang melalui fasilitasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh Direktur Teknik PT Angkasa Pura Ristiyanto Eko Wibowo dan Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla.