Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan dukungannya terhadap penguatan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebagai pilar utama dalam sistem Search and Rescue (SAR) nasional.
Dalam kerangka RPJMN 2025–2029, Basarnas dinilai memegang peran strategis, terutama dalam mendukung ketahanan bencana dan keselamatan transportasi.
Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyelamatan jiwa, tetapi juga berdampak luas pada perlindungan masyarakat, kelancaran konektivitas nasional, hingga stabilitas aktivitas ekonomi seperti logistik dan mobilitas. Basarnas bahkan menjadi bagian penting dalam sistem manajemen risiko nasional.
“Ini bukan lembaga administrasi, tetapi lembaga operasional dengan tanggung jawab yang sangat besar. Tugasnya mempertaruhkan nyawa, baik bagi yang diselamatkan maupun yang menyelamatkan,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy saat audiensi dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dikutip Sabtu (4/4).
Meski memiliki peran krusial, masih terdapat kesenjangan antara target RPJMN dengan kapasitas yang ada saat ini. Peningkatan layanan Basarnas belum sepenuhnya ditopang oleh kesiapan infrastruktur, peralatan, kualitas dan jumlah SDM, serta integrasi sistem yang optimal.
Untuk itu, diperlukan langkah percepatan melalui penguatan kapasitas, transformasi sistem, serta dukungan kebijakan yang lebih terintegrasi. Salah satu fokus utama adalah pemenuhan anggaran operasional yang memadai, mengingat kegiatan pencarian dan pertolongan tidak bisa ditunda dalam kondisi darurat.
Selain itu, modernisasi peralatan menjadi kebutuhan mendesak guna menunjang efektivitas operasi di lapangan. Peningkatan kapasitas SDM juga menjadi perhatian agar mampu menjalankan tugas sesuai amanat regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Bappenas dan Airbus Bahas Kolaborasi Dirgantara! Indonesia Mau Jadi Pemain, Bukan Hanya Pasar
Tak bisa dipungkiri, posisi Indonesia yang berada di kawasan ring of fire membuat risiko bencana besar, termasuk megathrust, semakin nyata.
Kondisi ini menuntut sistem SAR yang lebih adaptif dan modern. Pendekatan berbasis SDM saja dinilai tidak lagi cukup, sehingga perlu diimbangi dengan pemanfaatan teknologi seperti big data dan artificial intelligence untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi respons.
“Kami berharap seluruh upaya dan rencana yang telah disusun dapat segera ditindaklanjuti bersama jajaran Kementerian PPN/Bappenas. Saya juga akan terus mengawal pengembangan sekaligus penguatan Basarnas ke depan,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.





