REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Militer Iran berhasil menargetkan dan menjatuhkan empat kendaraan tempur udara Amerika Serikat dalam sehari. Hal ini mempermalukan Presiden AS Donald Trump yang mengeklaim telah menghancurkan semua sistem pertahanan udara Iran.
Sejak Jumat pagi muncul laporan berturut-turut mengenai jatuhnya dua pesawat dan penargetan dua helikopter AS. “Ini menyoroti klaim palsu yang dibuat oleh Presiden Trump bahwa AS telah menghancurkan sistem pertahanan udara Iran, kata Ebrahim Zolfaghari, juru bicara markas pusat Khatam al Anbiya Iran.
Baca Juga
AS Konfirmasi Jet Tempurnya Ditembak Jatuh Iran, Pilot Diburu
China, Rusia, Prancis Cegah Negara Teluk Serang Iran untuk Buka Selat Hormuz
Jembatannya Dihancurkan, Iran 'Hajar' Markas F-16 Hingga Kapal Amfibi AS
Dalam pidatonya di televisi, dia mengatakan pesawat itu ditembak jatuh menggunakan “sistem pertahanan baru yang canggih” milik Iran. Dia menambahkan bahwa “sebuah jet tempur musuh juga menjadi sasaran di selatan Pulau Qeshm, jatuh di perairan antara Pulau Qeshm dan Hengam”.
Aljazirah Arab memerinci, Jumat kemarin dimulai dengan Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa pertahanan udara Teheran telah menyerang dan menembak jatuh jet tempur F-35 Amerika, yang kemudian diketahui adalah F-15.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Di tengah pembicaraan mengenai nasib awaknya, muncul berita lain tentang jatuhnya pesawat serang A-10 Warthog. Kemudian tentara Amerika terluka dalam serangan Iran terhadap dua helikopter Black Hawk saat misi pencarian awak jet tempur pertama.
Gambar kursi pelontar dari jet tempur AS yang ditembak jatuh di Iran, dilansir oleh Garda Revolusi Iran, Jumat (3/4/2026). - (X/@IRGCIntelli)
Beberapa jam setelah pengumuman dan konfirmasi Garda Revolusi oleh pers Amerika – mengutip para pejabat dan sumber informasi – militer AS mengakui jatuhnya jet tempur F-15 dalam pesan singkat yang dilihat oleh Associated Press.
Media-media Amerika mengonfirmasi bahwa militer AS berhasil menemukan salah satu dari dua pilot yang pesawatnya ditembak jatuh oleh Iran, setelah pengumuman operasi Amerika untuk mencari mereka, sementara nasib pilot kedua masih belum diketahui.
The Wall Street Journal, mengutip seorang pejabat AS, melaporkan bahwa sebuah jet tempur F-15A Eagle Amerika ditembak jatuh di atas Iran, dan mencatat bahwa "pesawat tersebut memiliki dua awak yang kondisinya masih belum jelas."
Majalah Air & Space Forces, mengutip sumber informasi, menyatakan bahwa pesawat yang ditembak jatuh Iran adalah F-15E milik Angkatan Udara AS, dan hal ini dikonfirmasi oleh platform data terbuka Ausent Technical dalam analisis gambar yang diterbitkan oleh media Iran.