Harga BBM Melambung, Pakistan Gratiskan Transportasi Publik Sebulan

mediaindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Pakistan mengambil langkah cepat merespons lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan menggratiskan transportasi umum di ibu kota Islamabad selama satu bulan penuh. Kebijakan ini diumumkan Menteri Dalam Negeri, Mohsin Naqvi, yang menyatakan seluruh layanan transportasi publik di Islamabad akan digratiskan selama 30 hari mulai hari berikutnya.

“Semua transportasi umum di Islamabad akan digratiskan untuk masyarakat selama 30 hari ke depan,” ujarnya melalui platform X, Jumat (3/4).

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar 350 juta rupee Pakistan atau setara Rp21,3 miliar untuk mendanai program tersebut.

Baca juga : Harga BBM di Kota Ini 4 Kali Lebih Mahal dari AS, Tembus Rp250 Ribu per Liter

Kebijakan ini diambil setelah pemerintah Pakistan menaikkan harga BBM secara signifikan. Harga bensin melonjak dari 321,17 rupee menjadi 458,4 rupee per liter, sementara solar naik dari 335,86 rupee menjadi 520,35 rupee per liter.

Lonjakan harga tersebut dipicu gangguan pasokan energi global akibat konflik Timur Tengah, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz.

Sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati selat tersebut, sehingga gangguan distribusi langsung berdampak pada kenaikan harga minyak dunia, biaya pengiriman, hingga premi asuransi.

Baca juga : Dampak 'Embargo Minyak' oleh Iran Disebut Italia akan Sangat Lama

Dampak Global, Korban dari Negara Asia

Konflik di kawasan tersebut juga menimbulkan dampak kemanusiaan. Nepal melaporkan sedikitnya 21 pekerja migrannya terluka sejak konflik dimulai. Satu orang dilaporkan tewas akibat serangan drone, sementara 11 lainnya ditahan karena dugaan penyebaran informasi yang tidak akurat.

Sementara itu, Thailand menemukan sisa jasad manusia di kapal yang sebelumnya diserang di perairan dekat Oman. Kapal tersebut, Mayuree Naree, diserang pada 11 Maret dan hingga kini tiga awak masih dinyatakan hilang.

Secara keseluruhan, sedikitnya 26 warga dari berbagai negara Asia dilaporkan tewas atau hilang akibat konflik ini. Mereka berasal dari India, Bangladesh, Pakistan, China, Nepal, Filipina, Indonesia, dan Thailand.

Sejumlah negara mulai mengambil langkah mitigasi dampak krisis energi. Di Indonesia, pemerintah mengimbau aparatur sipil negara untuk bekerja dari rumah guna menghemat energi. Sementara di Malaysia, kebijakan kerja jarak jauh akan diterapkan bagi pegawai negeri tertentu mulai pertengahan April.

Langkah Pakistan menggratiskan transportasi publik dinilai sebagai upaya langsung untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga energi global yang terus meningkat. (Ant/E-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak! Bertahan di Rp2,85 Juta per Gram
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Yadea Osta Punya Jarak Tempuh Lebih dari 150 Km
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Konfirmasi Hengkang dari NCT, Mark Lee Unggah Surat Tulisan Tangan
• 18 jam lalucumicumi.com
thumb
Eks Kajari HSU Diduga Sembunyikan Aset, Nama Orang Lain Dicatut
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Seskab Teddy Bertemu Wapres Gibran Selama 1,5 Jam Kamis 2 April 2026, Bahas Apa?
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.