BNPB Tegaskan Ibadah Paskah di Minahasa Tetap Aman

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Minahasa

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meninjau langsung kondisi Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus di Rumengkor, Kabupaten Minahasa, pada Jumat, 3 April 2026.

Kunjungan ini menjadi titik ketiga dalam rangkaian peninjauan lokasi terdampak gempa bumi magnitudo 7,6, guna memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus memberikan rasa aman bagi jemaat yang akan beribadah.

Dalam kesempatan itu, Suharyanto mengapresiasi kesigapan warga dan pihak gereja yang telah melakukan pembersihan secara mandiri. Ia juga menegaskan bahwa meskipun telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan, masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

"Tadi dari BMKG sudah memberikan informasi kepada Bapak Pastor bahwa per siang ini sudah lebih 400 kali gempa susulan. Namun, BMKG menyatakan tidak ada lagi gempa yang skalanya lebih besar dari gempa utama yang 7,6 magnitudo tadi. Masyarakat silakan melaksanakan ibadah dengan tenang," ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis yang dikutip tvrinews.com, Sabtu, 4 April 2026.

Mengingat momen ini bertepatan dengan rangkaian Pekan Suci, Suharyanto memastikan bahwa kerusakan minor pada bagian atas gereja akan segera ditangani. 

BNPB saat ini masih menunggu koordinasi teknis terkait penetapan status kedaruratan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa sebagai dasar administrasi penyaluran bantuan dari pusat.

"Jika Kabupaten Minahasa menetapkan status kedaruratan, maka perbaikan gereja ini dan beberapa rumah warga yang terdampak yang informasinya tidak sampai 10 rumah di Kecamatan Tombolo akan ditangani oleh Pemerintah Pusat melalui BNPB," ucap Suharyanto.

Lebih lanjut, ia menegaskan pemerintah tidak membatasi anggaran dalam penanganan bencana. Prioritas utama adalah mempercepat pemulihan fungsi aset masyarakat dan fasilitas publik melalui sinergi lintas pemerintah.

"Setiap terjadi bencana, anggaran yang dibutuhkan akan didukung oleh Pemerintah Pusat. Kita tidak dibatasi, tergantung pada keadaan bencananya. Intinya kita bekerja sama untuk segera memperbaiki dan membantu masyarakat yang terdampak," tutur Suharyanto.

Mengakhiri kunjungan, Suharyanto berharap proses transisi menuju pemulihan di Sulawesi Utara dapat berlangsung cepat, sehingga aktivitas sosial dan ibadah masyarakat dapat kembali normal. 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada serta berdoa agar frekuensi bencana di Indonesia dapat berkurang.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Liverpool Tantang Manchester City di Perempat Final Piala FA, Arne Slot Percaya Diri Meski Bermain di Etihad
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Alasan Mantan Memblokir Kontakmu
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pasukan Perdamaian RI di Lebanon Jadi Korban Ledakan, 3 Orang Terluka
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenag Instruksikan Layanan Publik Tetap Optimal Meski WFH
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Trump Ajukan Anggaran Militer 1,5 Triliun Dolar, Tertinggi dalam Sejarah AS
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.