tvOnenews.com - Aleksandar Dimitrov, pelatih Bulgaria yang kalahkan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 kabarnya jadi incaran klub-klub Super League.
Hal ini diungkapkan oleh media setempat yang mengatakan jika Aleksandar Dimitrov langsung masuk radar klub Indonesia setelah menjuarai FIFA Series 2026 bersama Bulgaria.
Agenda FIFA Series 2026 telah berakhir. Bulgaria berhasil naik podium setelah mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor tipis 1-0 di Stadion GBK, Jakarta.
Setelahnya, pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov jadi sorotan lantaran pengalamannya yang cukup lama di Indonesia, baik saat jadi pemain ataupun pelatih.
Contohnya saat menemui para awak media untuk sesi wawancara jelang laga Bulgaria vs tim Garuda, Aleksandar Dimitrov pun memakai bahasa Indonesia.
Kekaguman terhadap Dimitrov memuncak saat ia bawa Bulgaria kalahkan Timnas Indonesia. Bahkan, ada kabar yang mengatakan jika dia dilirik klub Super League.
“Tim-tim dari Indonesia telah menunjukkan minat pada pelatih Bulgaria,“ rilis judul media Eropa yaitu Gol Bulgaria, Kamis (2/4).
“Klub-klub Indonesia menunjukkan minat pada pelatih Bulgaria, Alexander Dimitrov. Alasannya adalah kemenangan atas tuan rumah di turnamen FIFA Series,“ jelasnya.
Lantas, klub mana saja yang bisa jadi destinasi Aleksandar Dimitrov andai datang ke Super League Indonesia?
1. Persija Jakarta- Instagram/@effendigazaliofficial
Persija Jakarta menjadi klub yang punya peluang paling besar andai Aleksandar Dimitrov memilih untuk melanjutkan karier di kompetisi Indonesia.
Ikatan emosional Aleksandar Dimitrov dengan Persija Jakarta cukup kuat. Keduanya pernah bekerja sama di medio 2003 saat Ivan Kolev masih memegang komando.
Faktor lainnya adalah ketidakpuasan dari suporter terhadap pelatih Mauricio Souza lantaran Persija Jakarta terpeleset dalam peta persaingan gelar Super League.
Meski masih ada peluang juara, namun Macan Kemayoran tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Persib Bandung dan dua angka atas Borneo FC di atasnya.
2. Dewa United- AFC
Dewa United perlahan bangkit setelah sempat terseok-seok di awal kompetisi. Namun, hal itu saja belum cukup memengaruhi penilaian terhadap pelatih Jan Olde Riekerink.




