Jenewa (ANTARA) - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat (3/4) mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa dukungan mendesak dibutuhkan untuk sistem kesehatan di lima negara yang terdampak konflik di Timur Tengah, yakni Lebanon, Iran, Irak, Suriah, dan Yordania.
Sistem kesehatan di negara-negara yang terdampak sedang mengalami tekanan berat setelah kekerasan yang semakin intensif berlangsung selama berpekan-pekan, tutur Tedros. WHO telah mengajukan permohonan dana darurat sebesar 30,3 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.002) untuk mendukung respons kesehatan terhadap konflik yang meningkat di Timur Tengah, dengan fokus pada lima negara tersebut, imbuhnya.
Permohonan bantuan yang mencakup periode Maret hingga Agustus 2026 ini bertujuan untuk mempertahankan layanan kesehatan esensial dan perawatan trauma, memperkuat pengawasan penyakit dan sistem peringatan dini, serta meningkatkan manajemen korban massal, dan juga kesiapan nasional untuk keadaan darurat kimia, biologi, radiologi, dan nuklir, ungkap Tedros.
Menurut WHO, hingga 31 Maret, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah telah menyebabkan lebih dari 4 juta orang mengungsi, dengan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 3.300 orang dan 30.000 lainnya mengalami luka-luka.
Sistem kesehatan di negara-negara yang terdampak sedang mengalami tekanan berat setelah kekerasan yang semakin intensif berlangsung selama berpekan-pekan, tutur Tedros. WHO telah mengajukan permohonan dana darurat sebesar 30,3 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.002) untuk mendukung respons kesehatan terhadap konflik yang meningkat di Timur Tengah, dengan fokus pada lima negara tersebut, imbuhnya.
Permohonan bantuan yang mencakup periode Maret hingga Agustus 2026 ini bertujuan untuk mempertahankan layanan kesehatan esensial dan perawatan trauma, memperkuat pengawasan penyakit dan sistem peringatan dini, serta meningkatkan manajemen korban massal, dan juga kesiapan nasional untuk keadaan darurat kimia, biologi, radiologi, dan nuklir, ungkap Tedros.
Menurut WHO, hingga 31 Maret, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah telah menyebabkan lebih dari 4 juta orang mengungsi, dengan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 3.300 orang dan 30.000 lainnya mengalami luka-luka.





