5 Anggota Kodim 1414 Tana Toraja Yang Terlibat Pengeroyokan Diproses Subdenpom TNI, Korban Bakal Resmi Melapor

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

TORAJA UTARA, FAJAR – Penanganan kasus dugaan penganiayaan berat di Kafe Valerie, Kota Rantepao, mulai menemui titik terang. Komandan Kodim (Dandim) 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Armal, S.H., M.I.P., memastikan lima anggotanya yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut kini tengah diproses hukum oleh Subdenpom TNI.

Letkol Inf Armal menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi atau perlakuan khusus kepada para oknum yang terlibat. Proses hukum akan dilakukan secara transparan sesuai aturan yang berlaku.

“Hari ini Subdenpom TNI akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Intinya, tidak ada perlakuan spesial atau khusus kepada lima orang tersebut. Pendalaman ini dipimpin langsung oleh pihak terkait,” tegas Letkol Inf Armal saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (4/4/2026).

Sementara itu, terkait keterlibatan dua oknum anggota Polres Toraja Utara dalam insiden yang sama, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono, belum memberikan keterangan terbaru.

Namun, sebelumnya Kasi Propam Polres Toraja Utara, Iptu Damarianus Nisa, dan Kasi Propam Polda Sulsel, Kombes Zulham Efendi, telah menyatakan bahwa penyelidikan intensif sedang dilakukan untuk membedah peran masing-masing anggota di lokasi kejadian, guna memastikan apakah keduanya terlibat aktif atau hanya salah satunya.

Pihak Korban Menuntut Keadilan

Di sisi lain, pihak keluarga korban menegaskan akan menempuh jalur hukum secara resmi hingga tuntas. Dody, salah satu perwakilan keluarga dari empat korban penganiayaan, menyatakan akan mendatangi Markas Kodim 1414 hari ini.

“Rencananya hari ini kami melapor secara resmi ke Kodim. Kalau ke Polres, laporan sudah masuk dan tinggal menunggu kelanjutan penindakannya,” ujar Dody.

Dody menilai tindakan para oknum tersebut bukan sekadar perkelahian biasa, melainkan penganiayaan berat yang mengancam nyawa. Ia menyoroti rekaman video yang beredar luas di masyarakat sebagai bukti kekejaman aksi tersebut.

“Masyarakat bisa lihat di video, kursi dihantamkan ke kepala sampai patah, bahkan perempuan pun dihantam. Ini penganiayaan berat, bahkan mengarah ke dugaan upaya pembunuhan karena jika tidak berhenti, kawan-kawan kami bisa tewas,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Ia pun menyayangkan aksi arogan oknum aparat tersebut. “Bagaimana kalau situasinya dibalik? Jika warga sipil yang melakukan itu ke mereka, mungkin warga tersebut sudah ‘diratakan’. Kami hanya menuntut keadilan yang setara,” tutup Dody. (edy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Royal Enfield Meteor 350 Sundowner Orange, Hanya 36 Unit di Indonesia
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Viral 2 Mobil Senggol-senggolan hingga Ribut di Tol Kemayoran
• 7 jam laludetik.com
thumb
72 Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Pramono: Gejala Rata-Rata Demam, Mual, Diare
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Hari Kelam Bagi AS-Israel, Iran Tembak Jatuh 2 Jet Tempur-3 Drone
• 10 jam laludetik.com
thumb
Ramalan Zodiak 5 April 2026: Aries hingga Pisces Diminta Fokus Refleksi dan Perencanaan
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.