Pramono Wajibkan Gedung Lebih dari 4 Lantai Terhubung CCTV Pemprov DKI

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan gedung bertingkat lebih dari empat lantai wajib memiliki kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan sistem milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Kebijakan tersebut akan diatur melalui Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai upaya memperkuat sistem keamanan dan pengawasan di ibu kota.

Baca juga: Pramono Tinjau Siswa Keracunan Makanan di RSKD Duren Sawit, Total Korban 54 Orang

“Jadi untuk CCTV, kita sedang, sudah memutuskan nanti gedung-gedung yang lantainya lebih dari empat sesuai dengan Pergub akan dikoneksikan dengan CCTV yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Kramat, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4/2026).

Ia menambahkan, integrasi tersebut diharapkan membuat sistem pengawasan di Jakarta menjadi lebih terpusat dan efektif.

“Sehingga dengan demikian Jakarta akan menjadi terintegrasi,” kata dia.

Baca juga: Coba Pak Pramono Sehari Aja Tidur di Sini, Pasti Enggak Betah

Adapun pemasangan CCTV di sejumlah wilayah DKI Jakarta merupakan bagian dari janji kampanye Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Untuk permukiman warga, Pemprov DKI Jakarta akan memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV) di 30.000 titik di seluruh wilayah Jakarta.

Program ini menelan anggaran sebesar Rp 380 miliar dan akan dilaksanakan secara bertahap.

“CCTV, barangkali kalau ditotal hampir Rp 380 miliar,” ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno usai meninjau JPO di Jalan Daan Mogot, Selasa (15/4/2025).

Baca juga: Kesabaran Habis, Warga Rusun Angke Tantang Pramono Rasakan Bau Sampah di Sana

Rano mengatakan, pemasangan CCTV merupakan bagian dari janji kampanye dirinya bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Selain itu, pemasangan CCTV bertujuan meningkatkan keamanan publik, sekaligus menanggapi insiden hilangnya besi anak tangga di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Daan Mogot, Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, yang diduga akibat aksi pencurian.

“Kita pasang CCTV, karena itu menjadi program kita. Cuma memang untuk wilayah yang di luar ini kita mungkin anggaran tahun depan. Karena itu memang banyak, hampir 30 ribu titik CCTV yang akan kita pasang,” kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Perketat Perjalanan Dinas ASN, Pramono: Kalau Tidak Memberikan Manfaat Tidak Saya Izinkan

Menurut Rano, anggaran tersebut dinilai wajar mengingat luasnya wilayah Jakarta dan banyaknya titik yang akan dipasangi CCTV.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSM vs Persis, Amiruddin: Saya Harap Suporter Bantu Kami
• 10 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Serangan Presisi Hantam Iran, Pulau Strategis Dibombardir — Tanda Perang Lebih Besar Mulai Terlihat?
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Sehari Usai 4 Pekerja Tewas, Proyek TB Simatupang Sepi Tanpa Aktivitas
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Krisis Selat Hormuz Jadi Momentum Industri Otomotif Perluas Bisnis Kendaraan Listrik
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
6 Tahun Tak Rilis Lagu, The SIGIT Comeback dengan Single Baru “Bread & Circus”
• 10 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.