Cuaca panas ekstrem imbas El Nino membawa ancaman serius, mulai dari dehidrasi hingga penurunan imunitas tubuh.
Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama, MKM, mengingatkan bahwa angin kering bisa membuat saluran napas kering, sehingga rentan memicu batuk, pilek, ISPA hingga asma.
"Stress panas bisa mengganggu sirkulasi pembuluh darah untuk komorbid penyakit kronis, diare karena sumber air bersih berkurang, dehidrasi, heat exhaustion, heat stroke, sampai kematian," kata Ngabila kepada wartawan, Sabtu (4/4).
Untuk itu, warga diimbau membatasi aktivitas luar ruangan, khususnya pukul 10.00-15.00, serta menggunakan alat pelindung diri dan tabir surya.
"Pastikan pakai masker agar saluran napas lembab dan terhindar dari PM 2.5 polusi udara. Minum sebelum haus, 3-4 liter per hari, dan kurangi teh dan kopi," imbaunya.
Cuaca ekstrem juga membuat imunitas menurun, sehingga kuman mudah masuk. Masyarakat diminta melengkapi suplementasi vitamin dan cuci tangan.
"Suplementasi antioksidan vit C dan vit D3, makan sayur buah yang banyak, makan porsi seimbang, cukup tidur, aktivitas fisik 6000 langkah per hari, hindari asap rokok," pungkasnya.





