jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo menyampaikan apresiasi terhadap arah kebijakan pemerintah dalam menetapkan target pembangunan lima tahun ke depan hingga 2029 yang menitikberatkan pada penyelesaian masalah fundamental.
Menurut Anshar, pendekatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak lagi terjebak pada proyek-proyek besar yang bersifat simbolik, melainkan fokus pada kebutuhan riil masyarakat.
BACA JUGA: Harga BBM Tak Naik, Ketum Logis 08: Bukti Nyata Presiden Berpihak Kepentingan Rakyat
"Target lima tahun ini sangat tepat karena fokus pada penyelesaian persoalan mendasar, bukan sekadar proyek mercusuar. Ini mencerminkan keberpihakan kepada rakyat,” ujar Anshar dalam keterangannya, Jumat (03/04).
Dia menilai sektor transformasi sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu pilar penting yang patut diapresiasi. Program renovasi 300 ribu sekolah yang menjangkau 53 juta siswa dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
BACA JUGA: Arus Mudik Lebaran 2026, Pengiriman KAI Logistik Tembus Capai 3.133 Ton
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target 32 ribu dapur yang menjangkau 82 juta orang serta membuka 4 juta lapangan kerja disebut sebagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Program MBG ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga membuka lapangan kerja besar-besaran. Ini kebijakan yang menyentuh dua aspek sekaligus: kesehatan dan ekonomi,” katanya.
BACA JUGA: Ketum Logis 08 Apresiasi Sikap Pemerintah Batalkan Rencana Pembelajaran Daring Bagi Siswa
Lebih lanjut, Anshar juga menyinggung rencana pembangunan sekolah rakyat dan nasional yang menyasar sekitar 1 juta siswa, serta pengembangan sekolah unggulan dan 10 kampus internasional sebagai upaya meningkatkan daya saing global.
Tak hanya itu, penyediaan 2 juta layar kelas dan pembangunan 6.000 jembatan sekolah dinilai sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Di sektor energi dan pangan, Anshar menilai langkah pemerintah membangun 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari upaya menuju swasembada energi merupakan kebijakan yang visioner dan berkelanjutan.
“Transformasi energi ini sangat penting untuk kemandirian bangsa ke depan, sekaligus menjawab tantangan global terkait energi bersih,” tegasnya.
Program pengembangan 120 juta motor listrik, peningkatan sektor perikanan dan tambak secara besar-besaran, serta pembangunan 2 juta hektare sentra pangan juga dinilai akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Sementara itu, rencana pengadaan 1.582 kapal yang diproyeksikan membuka ratusan ribu lapangan kerja diyakini dapat meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan.
Anshar menegaskan Logis 08 siap mendukung dan mengawal implementasi program-program tersebut agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kami di Logis 08 akan terus mengawal agar program ini tidak hanya menjadi target di atas kertas, tetapi benar-benar terealisasi dan dirasakan langsung oleh rakyat,” pungkas Anshar Ilo.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari



