JAKARTA, KOMPAS.TV - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menegaskan peristiwa 8 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjadi korban serangan Israel di Lebanon harus jadi momentum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertindak lebih tegas.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Said Abdullah mengatakan langkah itu harus dilakukan PBB sebagai pembuktian bahwa organisasi tersebut masih berfungsi.
“Kita berduka atas gugurnya tiga orang prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian atas nama PBB dan lima TNI lainnya mengalami luka-luka,” ujar Said di Jakarta pada Sabtu (4/4/2026).
Said mengatakan, aksi penyerangan tentara Israel terhadap pasukan perdamaian PBB menunjukkan mereka merasa berdiri di atas hukum.
Terhitung sejak Oktober 2024, tentara Israel telah melakukan serangan sebanyak 25 kali terhadap properti dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
Baca Juga: Dapat Ancaman, Bhima Yudhistira Tegaskan Peneliti Celios Tidak Takut dengan Teror
Atas dasar itu, Said berharap Israel tidak mendapatkan impunitas karena yang dilakukan adalah kejahatan kemanusiaan.
"Dunia dan PBB seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel," tutur Said dikutip dari Antara.
Dia karena itu menyerukan kepada Dewan HAM PBB dan/atau negara-negara berdaulat untuk melaporkan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC) atas tindakannya.
Serangan berulang Israel di Lebanon dan Gaza, menurut Said, merupakan bukti nyata atas pelanggaran Piagam PBB dan kejahatan kemanusiaan.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- pdip
- said abdullah
- pbb
- israel
- 8 tni korban serangan israel
- tni





