JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Badan Gizi Nasional (BGN) siap bertanggung jawab membiayai pengobatan siswa dan guru yang menjadi korban keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Jakarta Timur.
Keterangan itu disampaikan oleh Pramono Anung di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/4/2026).
“Yang tidak ter-cover oleh BPJS Kesehatan, BGN menyatakan akan bertanggung jawab untuk itu,” kata Pramono Anung.
Sementara itu, lanjut Pramono, bagi korban yang terdaftar di BPJS Kesehatan, pengobatannya akan dibiayai penuh hingga pulih.
Baca Juga: Pengamat Tidak Yakin AS Akan Lakukan Perang Darat: Iran Jauh Lebih Besar dari Irak, 3 Kali Lipat
Saat ini, Pramono memastikan penanganan terhadap korban kasus keracunan MBG sudah dilakukan secara cepat dan berkoordinasi dengan BGN.
“Jadi, penanganan dan koordinasi yang cepat antara BGN, Pemerintah DKI Jakarta dan juga dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan tentunya beberapa rumah sakit yang tadi saya sebutkan,” ucapnya.
Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI masih menunggu hasil laboratorium dari pemeriksaan MBG dan meminta pihak terkait bertanggung jawab secara terbuka. Ia berharap para korban keracunan bisa segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.
“Alhamdulillah kondisinya sekarang semuanya stabil, recovery (proses pemulihan), mudah-mudahan satu dua hari udah selesai semua,” kata dia.
Sebelumnya, dilaporkan sebanyak 135 siswa dan guru diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim).
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- pramono anung
- bgn
- keracunan mbg
- mbg
- makan bergizi gratis





