Lebih dari 3 Juta Obat Tetes Mata Ditarik, Cek Daftarnya!

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Kasus penarikan produk kesehatan kembali terjadi dan kali ini menyasar produk yang sangat umum digunakan sehari-hari, yakni obat tetes mata. Produk ini biasanya dipakai untuk mengatasi mata kering, iritasi, hingga kemerahan, sehingga keberadaannya cukup dekat dengan aktivitas harian masyarakat.

Otoritas pengawas obat di Amerika Serikat, U.S. Food and Drug Administration (FDA), mengumumkan bahwa lebih dari 3 juta botol obat tetes mata ditarik dari peredaran secara nasional. Produk-produk tersebut sebelumnya dijual luas melalui berbagai jaringan ritel besar. Scroll untuk info lebih lanjut...

Baca Juga :
Menteri Trenggono Lakukan Ini Pastikan Seafood RI Aman dari Radioaktif
Wamentan Sudaryono Selidiki Penyebab Cengkeh RI Tercemar Radioaktif

Penarikan ini diklasifikasikan sebagai Class II recall, yang berarti produk memiliki potensi menyebabkan dampak kesehatan yang bersifat sementara atau masih dapat dipulihkan secara medis. Meski risikonya tidak tergolong paling tinggi, tetap ada kemungkinan efek yang tidak diinginkan jika produk digunakan.

Masalah utama yang ditemukan adalah “lack of assurance of sterility” atau tidak adanya jaminan sterilitas. Dalam konteks produk kesehatan, terutama yang digunakan langsung pada mata, sterilitas menjadi faktor krusial karena organ ini sangat sensitif terhadap kontaminasi.

FDA mencatat bahwa total sekitar 3.111.072 botol termasuk dalam penarikan ini. Produk-produk tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai dari obat untuk mata kering hingga pelumas mata, yang umumnya dikemas dalam botol kecil berukuran sekitar 15 mL.

Melansir dari Eating Well, Sabtu, 4 April 2026, jenis produk yang terdampak mencakup berbagai kategori, seperti tetes mata untuk meredakan mata kering, pelumas mata (lubricating eye drops), hingga produk untuk mengurangi kemerahan. Meski memiliki fungsi berbeda, seluruhnya memiliki kesamaan dalam potensi masalah pada aspek sterilitas.

Hal yang membuat kasus ini cukup kompleks adalah banyaknya merek yang terlibat. Produk-produk tersebut tidak dipasarkan dengan satu nama saja, melainkan melalui berbagai label milik jaringan ritel atau private label. Artinya, satu jenis produk bisa muncul dengan merek berbeda di berbagai toko.

Sejumlah merek yang terdampak antara lain Walgreens, CVS Health, Kroger, Rite Aid, Good Sense, TopCare Health, Leader, Foster & Thrive, DG Health, Equaline, CareOne, Best Choice, Meijer, Harris Teeter, Publix (P by Publix), Good Neighbor Pharmacy, Rugby, Lil’ Drug Store Products, Quality Choice (QC), hingga H-E-B.

Baca Juga :
Heboh Cengkih Indonesia Juga Dilaporkan Terpapar Radioaktif, Pemerintah Gelar Investigasi
La Roche Posay di AS Ditarik Karena Picu Kanker, Bagaimana dengan Produk Indonesia?
FDA Tarik La Roche Posay Karena Berpotensi Picu Kanker

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN siap bertanggung jawab bagi korban keracunan MBG di Jaktim
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Pemprov DKI Kembali Gelar Lebaran Betawi 10-12 April di Lapangan Banteng
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Basarnas Pekanbaru Terjunkan Tim Penyelamat Kakek 83 Tahun Hilang di Kebun Sawit
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jalan Provinsi di Palembayan Agam putus dampak curah hujan tinggi
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Tiga Pasukan UNIFIL Jadi Korban Serangan Israel, Kemlu Desak PBB Bertindak Cepat
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.