FAJAR, BARCELONA – Lamine Yamal kini sah menjadi ikon baru publik Catalan. Setelah resmi mengenakan jersey nomor 10 yang keramat peninggalan Lionel Messi, pemain ajaib ini memikul harapan besar di pundaknya. Namun, meski statusnya telah meroket sebagai wajah utama klub, besaran gaji Yamal ternyata masih belum “selevel” dengan deretan superstar dunia lainnya.
Melansir laporan terbaru dari Le’Equipe, pendapatan yang diterima pemuda berusia 18 tahun ini tergolong masih “ekonomis” jika dibandingkan dengan rival-rivalnya di Real Madrid.
Rincian Gaji Lamine Yamal
Saat ini, Lamine Yamal menerima gaji bruto sekitar €1,33 juta per bulan, atau setara dengan Rp23,1 miliar (asumsi kurs €1 = Rp17.400). Jika diakumulasikan dalam setahun, Yamal mengantongi pendapatan kotor sekitar €16 juta atau menyentuh angka Rp278,4 miliar.
Namun, angka tersebut belum dipotong pajak tinggi yang berlaku di Spanyol. Setelah kewajiban pajak terpenuhi, pendapatan bersih (take home pay) sang wonderkid diperkirakan berada di bawah €10 juta per musim, atau kurang dari Rp174 miliar.
Kontras dengan Mbappe dan Vinicius Jr
Angka ini memicu perbincangan hangat karena dianggap masih tertinggal jauh dari kompetitor terberat mereka di La Liga.
Sebagai perbandingan Kylian Mbappé dan Vinícius Júnior kabarnya menerima pendapatan hampir dua kali lipat dari yang diterima Yamal saat ini.
Jika gaji bersih Yamal di bawah Rp174 miliar, duet bintang Real Madrid tersebut diprediksi mengantongi angka yang jauh melampaui Rp300 miliar per tahun.
Peluang Menuju Rp700 Miliar per Tahun?
Meskipun gaji pokoknya terlihat jomplang, manajemen Barcelona telah menyiapkan skenario “Golden Boy” dalam kontraknya. Kontrak baru Yamal dipenuhi dengan berbagai bonus performa yang sangat menggiurkan.
Barcelona memasukkan klausul tambahan berdasarkan pencapaian di lapangan seperti jumlah pertandingan, produktivitas gol, assist, hingga trofi juara. Tak ketinggalan, ada bonus spesial jika ia berhasil meraih penghargaan individu bergengsi.
“Bonus performa juga mencakup pencapaian individu seperti trofi Ballon d’Or. Jika semua bonus itu terpenuhi, total pendapatannya bisa mendekati atau bahkan melewati €20 juta (Rp348 miliar) per tahun,” tulis laporan tersebut.
Bahkan, terdapat spekulasi mengenai kontrak jangka panjang Yamal yang akan mengikatnya hingga tahun 2031. Jika seluruh insentif tambahan, hak citra (image rights), dan bonus prestasi aktif sepenuhnya, nilai total kontraknya bisa meroket hingga €40 juta atau setara Rp696 miliar per tahun.
Namun, angka fantastis hampir Rp700 miliar itu ditegaskan sebagai skenario maksimal atau “langit tertinggi”. Untuk saat ini, gaji pokok yang diterima Yamal setiap musimnya masih menempatkannya di posisi yang lebih rendah dibandingkan para pemain senior pemegang status pemain termahal dunia.
Akankah performa Yamal musim ini memaksa Barcelona untuk segera memperbarui angka di atas kertas demi menjaganya dari godaan klub kaya lainnya? Menarik untuk dinantikan. (*)





