72 Siswa SD Diduga Keracunan MBG di Duren Sawit, SPPG Pondok Kelapa Belum Punya IPAL

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa ternyata belum memiliki tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

SPPG Pondok Kelapa diketahui merupakan pihak yang menyiapkan menu MBG, termasuk kepada 72 siswa sekolah dasar (SD) di Duren Sawit, Jakarta Timur, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG yang dibagikan pada Kamis (2/4/2026).

"SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), masih belum memenuhi standar," tegas Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangan pers, Sabtu (4/4/2026).

Baca juga: Kondisi 72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim Mulai Stabil, Diperkirakan Pulih 1-2 Hari

Nanik mengatakan, dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar.

"Jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan," kata dia.

BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, kata Nanik.

Baca juga: 72 Siswa Diduga Keracunan MBG Masih Dirawat di RS, Pramono: Ada yang Sudah Pulang

Nanik memastikan pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta langsung menghentikan operasional dapur terkait.

"Kami juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut para siswa diduga keracunan usai menyantap makanan yang berasal dari satu dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

“Makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa 2,” ujar Pramono usai menjenguk korban di RSKD Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026).

Baca juga: BGN Minta Maaf usai Adanya 72 Siswa SD Diduga Keracunan MBG di Duren Sawit

Menu yang disajikan saat itu adalah spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Saya tadi sudah melihat sebagian besar yang korban terdampak memang diduga dari makanan spagetinya,” ucap Pramono.

Usai menyantap menu tersebut, para siswa mengalami sejumlah gejala keracunan seperti mual, muntah, diare, demam, hingga nyeri perut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei: 84,9% Warga Dukung Penertiban PKL di Makassar
• 23 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Drama Keluarga yang Relatable, Film "Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?" Angkat Luka yang Sering Dipendam
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Kepulangan 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Jenazah Akan Tiba di Jakarta Sabtu Sore
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Turun 0,99% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Rp12.305 Triliun
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Klaim Jembatan Terbesar Iran Runtuh Akibat Serangan AS, Begini Respons Tegas Menlu Iran
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.