Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur diduga alami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa dugaan keracunan puluhan siswa tersebut terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB bertepatan dengan waktu pembagian makanan MBG di sekolah.
Seorang orangtua siswa mangku jika sebelum peristiwa keracunan tersebut terjadi pasca murid menyantap menu spageti yang dibagikan.
Ia mengaku awal mula terdapat ratusan siswa serta guru yang awal mula didiagnosa keracunan menu MBG.
“Kami dapat informasi dari grup sekolah ada sekitar 135 siswa dan guru dari beberapa sekolah, diduga keracunan setelah makan MBG dari sekolah,” kata orangtua siswa kepada awak media, Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
“Tapi kemarin karena menunya spaghetti, jadi banyak yang langsung makan di tempat," ungkapnya.
Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati mengakui adanya temuan dari pihaknya dari SPPG yang mendistribusikan MBG ke sejumlah sekolah tersebut.
Menurutnya temuan tersebut berupa SPPG yang belum memenuhi standar operasional prosedur yang ditetapkan BGN.
"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend (hentikan sementara) untuk waktu yang tidak terbatas, karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih belum memenuhi standar," kata Nanik, Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
Nanik mengungkap BGN telah menangguhkan atau suspend operasional SPPG tersebut.
Tak hanya itu, BGN juga memastikan penanggungan biaya pengobatan seluruh siswa yang diduga menjadi korban RSUD Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau langsung ke RSKD Duren Sawit menyatakan terkait pembiayaan bagi yang sudah terdaftar BPJS Kesehatan maka sepenuhnya akan dibantu hingga pulih.
Penanganan secara cepat telah dilakukan dengan koordinasi antara BGN dan Pemerintah Provinsi DKI beserta jajaran.
"Jadi, penanganan dan koordinasi berjalan cepat antara BGN, Pemerintah DKI Jakarta dan juga dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan tentunya beberapa rumah sakit terkait," ucapnya.




