Kapolda Riau Tinjau Karhutla di Bengkalis, Tekankan Penanganan Terpadu dan Tanpa Toleransi Pelaku

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Jasrul

TVRINews, Bengaklis

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Pol Herry Heryawan meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Sabtu, 4 April 2026. 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moril kepada tim gabungan di lapangan.

“Kami hadir untuk memberi motivasi, dukungan moril, dan memastikan pemadaman berjalan optimal serta terkoordinasi. Penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama,” ujar Herry di sela peninjauan.

Ia menegaskan, langkah utama yang harus dilakukan saat ini adalah mempercepat deteksi dini serta memutus titik api agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda turut didampingi guru besar perlindungan hutan dari IPB, Bambang Hero Suharjo, serta Kapolres Bengkalis, Fahrian Saleh Siregar, bersama sejumlah pejabat terkait lainnya.

Selain fokus pada upaya pemadaman, Herry juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Sepanjang 2025, Polda Riau telah menangani 74 kasus karhutla dengan jumlah tersangka yang sama.

“Tidak ada toleransi bagi pelaku pembakaran lahan, baik disengaja maupun karena kelalaian,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, kepolisian bersama para pemangku kepentingan telah memasang ratusan papan imbauan di wilayah rawan karhutla, termasuk larangan memanfaatkan lahan bekas terbakar.

Sementara itu, Bambang Hero Suharjo mengingatkan adanya potensi peningkatan risiko karhutla akibat indikasi fenomena El Nino kuat atau super El Nino yang dapat memicu kekeringan berkepanjangan.

Ia menilai kondisi tersebut memiliki kemiripan dengan peristiwa kebakaran hutan besar pada 1997–1998 yang berdampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Selain itu, kondisi tinggi muka air kanal di lokasi disebut telah melampaui ambang batas aman sehingga perlu segera dimitigasi guna mencegah kebakaran meluas.

Menurut Bambang, penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pemadaman, pencegahan, penegakan hukum, hingga pendekatan ekologis.

Dalam kunjungannya, Kapolda juga menyapa personel gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Ia mengingatkan seluruh petugas agar selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama bertugas di lapangan.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Cyrus Margono Catatkan Debut Minor, Bhayangkara FC Berhasil Permalukan Persija Jakarta
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Pulang dari Timnas Indonesia, Jay Idzes Langsung Dikritik Media Italia usai 2 Kali Blunder Saat Bantu Sassuolo Menang
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Prajurit TNI Terluka di Lebanon, Menlu: Kita Mengutuk, PBB Harus Investigasi!
• 19 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.