Difabel Akibat Kecelakaan, Kisah Susanto Diterima sebagai Koki di SPPG Karanganyar

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Karanganyar

Kecelakaan tak membuat Susanto (37), larut dalam keterbatasan. Meski kaki kanannya sampai kini belum bisa ditekuk setelah peristiwa nahas 2005 silam, Susanto tetap melanjutkan hidup.

Berkat pengalamannya sebagai koki di sebuah kedai di Karanganyar, Jawa Tengah, Susanto kini bekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), tepatnya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pojok, Mojogedang, Karanganyar. Ia dipercaya sebagai streamer nasi atau koki yang bertugas untuk menanak nasi. 

Susanto mengaku bersyukur pengelola SPPG Pojok tak membeda-bedakannya dengan pekerja di SPPG itu. 

“Alhamdulillah dengan kondisi seperti ini saya bisa bekerja dan diterima di SPPG Pojok. Lingkungannya semua sangat ramah. Dari atasan dan lainnya semuanya bisa menerima dengan kondisi saya saat ini,” kata Susanto, Sabtu, 4 April 2026.

Susanto menceritakan, cedera pada kakinya terjadi saat mengalami kecelakaan ketika dibonceng sepeda motor oleh temannya. Meski masih membekas, peristiwa yang terjadi lebih pada 20 tahun lalu itu tak menyurutkannya untuk terus berusaha.

Lelaki yang belum berkeluarga ini tetap bersemangat menjalani hidup. Sebelum memulai bekerja sebagai koki, ia sempatkan memberi makan kambing dan ikan yang dia pelihara di pekarangan rumah. 

Setelah selesai “mengasuh” hewan peliharaan, Susanto lantas bersiap untuk berangkat ke tempat kerja yang tak jauh dari rumah. Kesehariannya, dia mengemudikan sepeda motor menuju dapur MBG dengan kaki kanan tetap selonjoran karena belum bisa ditekuk. 

“Dari hasil di sini untuk keluarga. Walaupun belum berkeluarga, tapi punya orang tua yang tidak bekerja. Dan alhamdulillah sedikit membantu untuk meringankan beban orang tua dan biaya kehidupan,” ucapnya.

Susanto berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang mencetuskan program MBG. Baginya, masih bisa diterima bekerja meski dalam keterbatasan, sudah menjadi sesuatu keberkahan.

“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, saya bisa bekerja di SPPG Pojok dengan kondisi difabel. Kondisi saya kurang sempurna, (tapi) masih diterima dan bisa bekerja di dalam programnya Bapak Presiden Prabowo di SPPG Pojok,” tutur Susanto.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
200 PMI Berangkat ke Jepang, Kerja di Bidang Manufaktur hingga Industri
• 21 jam laludisway.id
thumb
John Herdman Main Bola di Pantai Lombok Bareng Warga, Netizen: Auranya Positif
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Rethinking the Place to Live: Indonesia’s Role in an Age of Uncertainty
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kompilasi Foto Prewedding Syifa Hadju & El Rumi, Ragam Tema Bisa Jadi Inspirasi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba, Penghormatan Terakhir Disiapkan
• 59 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.