Penulis: Intan Kw
TVRINews, Karanganyar
Sejak pagi hari, Budi Setiawan (27) telah lebih dulu datang ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Status sebagai penyandang disabilitas tidak menghalanginya untuk bekerja. Meski mengalami gangguan pada kaki yang membuatnya tidak bisa berjalan normal, Budi tetap menjalankan tugasnya sebagai petugas kebersihan dengan penuh tanggung jawab.
Baginya, bekerja sebagai petugas kebersihan bukan sekadar rutinitas. Ini adalah kesempatan yang selama ini ia tunggu. Konsistensi adalah kunci agar kebersihan tetap terjaga.
Dari sapu yang ia genggam setiap pagi, ada cerita tentang harapan, penerimaan, dan kesempatan kedua. Hal-hal sederhana yang kini terasa begitu berarti bagi Budi.
Di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, tersimpan cerita tentang harapan dan kesempatan kedua. Budi merasa dirinya diterima bukan karena rasa iba, melainkan karena kemampuannya dalam bekerja.
“Awalnya ada lowongan sebagai petugas kebersihan di sini, jadi saya melamar. Alhamdulillah diterima,” kata Budi dengan senyum sederhana, dikutip Sabtu, 4 April 2026.
Lingkungan kerja yang inklusif membuatnya merasa nyaman. Ia merasa dihargai dan diperlakukan setara dengan pekerja lain.
“Alhamdulillah senang sekali bisa bekerja dan berkumpul dengan teman-teman. Lingkungan menerima kondisi saya,” ucapnya.
Penghasilan yang ia terima pun dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Sebagian ia sisihkan untuk tabungan, sebagian lagi diberikan untuk membantu keluarga di rumah.
“Pertama ditabung, kedua bisa membantu keluarga,” imbuhnya.
Bagi Budi, keberadaan program MBG bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tentang kesempatan hidup yang lebih baik, terutama bagi difabel sepertinya dan juga masyarakat sekitar yang selama ini kesulitan mencari kerja.
Karena itu, ia berharap program tersebut tidak berhenti. Ada banyak harapan yang bergantung di dalamnya, termasuk harapannya sendiri.
“Ya, mudah-mudahan bisa berlanjut terus, supaya bisa tetap bekerja dan masyarakat sekitar juga bisa bekerja di sini,” ujarny.
Selama bekerja, Budi mengaku tidak mengalami kendala berarti. Ia menjalani hari-harinya dengan semangat yang sederhana: bekerja dengan baik dan menjaga apa yang sudah ia dapatkan.
Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas program yang telah membuka jalan baginya.
“Buat Pak Prabowo, terima kasih atas adanya dapur MBG ini, sehingga saya bisa dapat bekerja di sini dan masyarakat sekitarnya juga bisa merasakannya,” pungkas Budi.
Editor: Redaktur TVRINews





