Tangis Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tangis keluarga pecah saat tiga peti jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon tiba di Gedung VIP Lounge Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (4/4/2026) malam.

Pantauan Kompas.com, peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih itu dibawa secara khidmat menuju lokasi persemayaman.

Suasana haru tak terbendung ketika anggota keluarga yang telah menunggu sejak sore hari langsung menghampiri, mengusap, dan memeluk peti jenazah orang tercinta mereka.

Baca juga: Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur Akibat Serangan di Lebanon Tiba di Indonesia

Isak tangis terdengar bersahutan di dalam ruangan. Beberapa anggota keluarga tampak tak kuasa berdiri dan harus ditopang kerabat lainnya saat mendekat ke peti jenazah.

Suasana duka semakin mendalam ketika lagu “Gugur Bunga” dikumandangkan menjelang prosesi upacara persemayaman dan pelepasan jenazah.

Para prajurit TNI yang berjaga berdiri tegak dengan sikap hormat, sementara keluarga larut dalam kesedihan.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Terluka di Lebanon, Anggota DPR Usul Relokasi Pos dan Evaluasi SOP

Sebelumnya, jenazah ketiga prajurit tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 18.00 WIB. Kedatangan mereka disambut oleh sejumlah prajurit TNI.

Tiga peti jenazah kemudian dimasukkan ke dalam masing-masing mobil jenazah yang telah disiapkan sebelum dibawa ke lokasi persemayaman.

Adapun ketiga prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.

Baca juga: UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Atas pengabdian mereka dalam menjalankan misi perdamaian, ketiganya dianugerahi medali anumerta oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Angkatan Bersenjata Lebanon sebagai bentuk penghormatan.

Diketahui, gugurnya ketiga prajurit tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan, yang ditandai dengan laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kelelahan Bukan Alasan, Madrid Full Team Lawan Mallorca
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Kenaikan Gaji PNS dan PPPK 2026: Pemerintah Tunggu Evaluasi Ekonomi Triwulan I Sebelum Putuskan Final
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Apa Itu Vasektomi? Prosedur Medis yang Tuai Perdebatan Disebut Haram dalam Ajaran Agama Islam
• 12 jam laludisway.id
thumb
Lebaran Betawi Kembali Hadir, Pemprov DKI Ajak Warga Ramaikan di Lapangan Banteng
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Menpora Erick Perkuat Profesionalisme Lewat Pemberdayaan Perempuan dan Pemimpin Muda
• 12 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.