Waka MPR Sebut Pendamping Anak Wajib Terampil, Ini Tujuannya

jpnn.com
1 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan upaya peningkatan keterampilan pendamping (guru, orang tua dan masyarakat) sangat krusial untuk menanamkan kemampuan literasi generasi muda. 

"Upaya peningkatan literasi anak bangsa tidak bisa hanya bergantung pada sekolah. Peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam menanamkan kemampuan literasi generasi penerus sangat menentukan," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/4). 

BACA JUGA: Tantangan Berbangsa Kian Kompleks, Waka MPR Lestari Tekankan Literasi Masyarakat

Menurut Lestari, pendampingan saat anak menggunakan gawai serta pembiasaan membaca sejak dini harus dilakukan secara konsisten. 

Jika tidak, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, kemampuan anak memahami bacaan akan tetap rendah, meskipun mereka bisa membaca. 

BACA JUGA: Lestarikan Tradisi, Komunitas Seniman Sunda Bangkit Sambangi Warga Adat Banceuy

Data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan bahwa 75% anak usia 15 tahun di Indonesia sudah bisa membaca, tetapi tidak memahami isi bacaannya. 

Hanya sekitar separuh siswa yang bisa membaca memiliki kemampuan literasi yang baik.

BACA JUGA: Soroti IPLM Nasional Rendah, Lestari Moerdijat Sebut Daya Saing Bangsa Terancam

"Ini bukan soal bisa baca atau tidak, tapi soal paham atau tidak. Ini darurat pemahaman bacaan," ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu. 

Dia mendorong agar sejumlah langkah segera direalisasikan.

Sebab, tegas dia, orang tua harus aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai, bukan sekadar melarang atau memberi gadget tanpa kontrol. 

Selain itu, ujar Rerie, pemerintah harus segera menghapus pajak buku dan pajak kertas agar harga buku terjangkau, sehingga akses masyarakat terhadap bahan bacaan lebih mudah. 

Menurut Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, upaya peningkatan literasi anak bangsa harus menjadi gerakan nasional, bukan hanya tugas guru di sekolah. 

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat, jika generasi muda tidak dibekali kemampuan berpikir kritis sejak dini, maka daya saing bangsa akan terancam. 

"Kedaulatan bangsa di masa depan sangat tergantung pada kemampuan anak-anak kita dalam memahami dan menyaring informasi," pungkasnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lestari Moerdijat Dorong Upaya Peningkatan Deteksi Dini Kesehatan Mental Siswa


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Keamanan, Polri Kerahkan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Semen Padang Vs Persib
• 1 jam lalubola.com
thumb
Gaji Bos BlackRock Larry Fink Naik Jadi Rp640 Miliar Setahun pada 2025
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Satgas PRR Aceh Terus Lakukan Pemutakhiran Data Korban Bencana
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kebakaran Pabrik Plastik di Sidoarjo, Diduga karena Korsleting Listrik
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.