Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Perhelatan FIFA World Cup 2026 yang kian dekat tidak hanya diposisikan sebagai siaran olahraga biasa, melainkan sebuah gelaran rakyat yang inklusif dan partisipatif.
Melalui dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI berkomitmen membangun sebuah ekosistem kolaboratif di mana setiap elemen masyarakat, mulai dari lingkungan RT/RW, komunitas hobi, hingga pemilik warung kopi, bisa ikut berpartisipasi merayakan pesta sepak bola dunia ini.
Visi ini menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penonton pasif, melainkan aktor utama yang menghidupkan suasana Piala Dunia di lingkungannya masing-masing.
Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI, Ezki Suyanto, menjelaskan bahwa konsep ekosistem partisipatif ini mulai diuji coba melalui rangkaian nonton bareng (nobar) pertandingan persahabatan di Media Center TVRI.
Simulasi yang dilakukan pada 27 Maret (Brasil vs Prancis) serta 1 April (Skotlandia vs Pantai Gading dan Brasil vs Kroasia) tersebut menjadi gambaran kecil bagaimana sebuah kebersamaan dibangun. Dengan penyediaan fasilitas sederhana seperti area kopi, teh, dan jajanan pasar, TVRI ingin menunjukkan bahwa kehangatan sebuah tontonan bola justru lahir dari interaksi antar warganya.
“Kami ingin menciptakan sebuah ruang di mana semua orang bisa terlibat. Nobar di Media Center hanyalah entry point atau contoh kecil. Tujuan besarnya adalah memicu kolaborasi luas di tengah masyarakat. Ketika warga berinisiatif berkumpul di pos ronda, di warung-warung, atau di halaman rumah untuk menonton bersama, di situlah gelaran rakyat yang sesungguhnya terjadi. TVRI hadir untuk memastikan akses siaran gratis ini tersedia bagi siapa saja tanpa terkecuali,” ujar Ezki
Untuk memperluas dampak kolaboratif ini, stasiun-stasiun TVRI di daerah kini tengah dipersiapkan menjadi hub atau pusat penggerak antusiasme lokal. Rencana pengembangan kegiatan kolaboratif ini tidak hanya terpaku di Jakarta, melainkan menjangkau pelosok Nusantara melalui jaringan TVRI daerah yang bersentuhan langsung dengan komunitas setempat.
TVRI ingin memastikan bahwa semangat global Piala Dunia dapat diterjemahkan ke dalam kearifan lokal masing-masing wilayah, sehingga setiap warga merasa memiliki dan menjadi bagian dari sejarah besar ini.
TVRI terus bekerja memastikan kualitas teknis agar tetap prima. Kesiapan infrastruktur dan informasi yang matang merupakan bentuk tanggung jawab TVRI dalam menjaga amanah negara untuk memberikan hiburan terbaik. Ezki meyakini bahwa dengan terbangunnya ekosistem yang partisipatif, Piala Dunia 2026 akan menjadi catatan sejarah tentang bagaimana olahraga mampu menyatukan emosi bangsa secara kolektif dan sportif.
“Piala Dunia 2026 adalah panggung kolaborasi kita semua. Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk ikut merayakannya dengan cara yang positif dan penuh kebersamaan. Ini adalah pesta kita, gelaran rakyat Indonesia, yang dipersatukan melalui layar TVRI,” pungkas Ezki.
Editor: Redaktur TVRINews





