Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan perubahan lanjutan dalam susunan kabinetnya setelah memecat Jaksa Agung Pam Bondi pada Kamis dan mencopot Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem bulan lalu.
Laporan The Washington Post, Sabtu, menyebutkan Trump sedang mengevaluasi sejumlah pejabat senior, meski masih ragu untuk melakukan perombakan kabinet secara besar-besaran.
Sejumlah laporan media juga menyebut Trump sempat mempertimbangkan untuk mencopot Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard, yang belakangan menjadi sorotan terkait penilaian komunitas intelijen AS bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman langsung.
Namun, Gedung Putih membantah rencana tersebut.
“Presiden memiliki kepercayaan penuh terhadapnya,” ujar Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung, dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 4 April 2026.
Selain itu, Menteri Tenaga Kerja Lori Chavez-DeRemer dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick juga disebut menghadapi sorotan dan berpotensi diganti.
Chavez-DeRemer dikabarkan menghadapi tuduhan pelanggaran, sementara Lutnick dinilai kerap mengajukan kebijakan dan melakukan negosiasi tanpa persetujuan sebelumnya, yang menimbulkan ketidakpuasan di internal pemerintahan.
Meski demikian, belum ada keputusan final terkait kemungkinan pergantian pejabat tersebut.
“Laporan bahwa ia ingin melakukan perombakan besar-besaran terlalu dibesar-besarkan,” ujar seorang pejabat Gedung Putih kepada The Washington Post.
Menurut pejabat tersebut, keputusan pemecatan Bondi dan Noem diambil secara terpisah setelah melalui pertimbangan panjang terkait kinerja masing-masing.
Pada masa jabatan pertamanya (2017–2021), pemerintahan Trump dikenal memiliki tingkat pergantian pejabat tinggi yang cukup tinggi, termasuk posisi jaksa agung yang mengalami beberapa kali pergantian.
Baca juga: Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi Terkait Penanganan Kasus Jeffrey Epstein




