Iran mengisyaratkan peluang diplomasi dengan Amerika Serikat di tengah konflik yang terus memanas. Namun pada saat yang sama, tetap melanjutkan operasi militer untuk memburu seorang pilot AS yang hilang setelah pesawat tempurnya ditembak jatuh.
Abbas Araqchi Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa negaranya tidak menutup kemungkinan perundingan damai melalui jalur mediasi, termasuk dengan melibatkan negara ketiga seperti Pakistan.
“Kami menghargai upaya mediasi dan tidak pernah menolak dialog. Namun yang kami inginkan adalah penghentian perang secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya dilansir dari Reuters pada Sabtu (4/4/2026).
Pernyataan ini sejalan dengan sikap Iran sebelumnya yang tetap membuka peluang negosiasi, meski dengan syarat tanpa tekanan dan tuntutan sepihak dari Washington.
Di tengah sinyal diplomasi tersebut, situasi di lapangan justru semakin tegang. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan terus melakukan penyisiran di wilayah barat daya untuk mencari pilot AS yang hilang setelah jet tempur F-15E ditembak jatuh.
Selain F-15E, sebuah pesawat A-10 Warthog juga dilaporkan jatuh setelah terkena tembakan. Pilot berhasil melontarkan diri, namun keberadaannya hingga kini belum diketahui.
Sementara itu, Donald Trump Presiden AS terus memantau perkembangan dari Gedung Putih, termasuk operasi pencarian dan penyelamatan pilot tersebut. (saf/faz)




