Gagal Menang, PSM Makassar Berada di Zona Tak Aman: Tekanan Berat Datang dari Borneo dan PSIM

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Hasil imbang kembali menyeret PSM Makassar ke dalam pusaran tekanan yang semakin nyata. Bukan hanya soal kehilangan dua poin saat menjamu Persis Solo, tetapi juga konsekuensi yang kini mengintai di depan: zona tak aman yang kian dekat, dan jadwal yang tidak memberi ruang bernapas.

Di Stadion Gelora B. J. Habibie, Sabtu malam itu, PSM sebenarnya sempat memberi harapan. Gol sundulan Yuran Fernandes pada menit ke-18, hasil dari sepak pojok Victor Luiz, menjadi gambaran bahwa tim ini masih memiliki struktur dan rencana permainan yang jelas—setidaknya di babak pertama.

Namun, seperti potret yang berulang dalam beberapa pekan terakhir, PSM kembali gagal menjaga keunggulan. Intensitas menurun, kontrol permainan lepas, dan pada akhirnya, satu momen cukup bagi lawan untuk menyamakan kedudukan. Dari situ, pertandingan tidak lagi berada dalam kendali.

Pernyataan Ahmad Amiruddin seusai laga terasa lebih dari sekadar evaluasi teknis. Ada nada kegelisahan yang tersirat, bahkan cenderung menjadi alarm bagi ruang ganti. Ia tidak hanya menyoroti aspek permainan, tetapi juga menyentuh hal yang lebih mendasar: mentalitas.

Dalam sepak bola, taktik bisa diperbaiki di papan strategi. Fisik bisa diasah di lapangan latihan. Tetapi mentalitas—keberanian untuk bertahan dalam tekanan, konsistensi menjaga fokus, dan komitmen untuk saling mengangkat—sering kali menjadi pembeda antara tim yang bertahan dan yang terperosok.

PSM, dalam tujuh laga terakhir tanpa kemenangan, memperlihatkan gejala yang sama: kehilangan kendali di momen krusial. Dua hasil imbang dan lima kekalahan bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari tim yang belum menemukan stabilitas emosional di dalam pertandingan.

Posisi di klasemen pun menjadi semakin rentan. Dengan 25 poin, PSM tertahan di peringkat ke-13—hanya berjarak lima poin dari zona degradasi. Dalam situasi seperti ini, setiap pertandingan bukan lagi soal memperbaiki posisi, tetapi soal bertahan.

Dan tantangan berikutnya tidak memberi ruang untuk pemulihan perlahan.

Borneo FC sudah menunggu—tim dengan ambisi juara, struktur permainan matang, dan konsistensi yang jauh lebih terjaga. Menghadapi mereka dalam kondisi seperti sekarang ibarat ujian terbesar bagi mentalitas yang tengah dipertanyakan.

Setelah itu, PSIM Yogyakarta juga bukan lawan yang bisa dianggap ringan. Bermain di kandang mereka sendiri, dengan pertahanan solid dan atmosfer yang sulit ditembus, PSIM kerap menjadi batu sandungan bagi tim-tim yang datang tanpa kesiapan penuh.

Dalam dua laga ini, PSM tidak hanya dituntut untuk bermain lebih baik—mereka harus menjadi tim yang berbeda.

Masalahnya, perubahan tidak selalu datang dari rotasi pemain atau pergantian taktik. Seperti yang disinggung Amir, PSM membutuhkan lebih dari sekadar strategi: mereka membutuhkan pemimpin di dalam lapangan. Bukan satu, tetapi banyak—pemain-pemain yang mampu menjaga standar permainan, mengangkat rekan setim saat tertekan, dan mempertahankan keunggulan ketika momentum mulai goyah.

Pengakuan Dzaky Asraf yang meminta maaf kepada suporter menjadi refleksi lain dari situasi ini. Ada kesadaran bahwa hasil yang diraih belum memenuhi harapan. Tetapi dalam kompetisi seketat ini, kesadaran saja tidak cukup tanpa perubahan nyata di lapangan.

PSM kini berada di persimpangan yang menentukan arah musim mereka. Bertahan di jalur yang sama berarti membuka peluang untuk terus terjebak dalam hasil-hasil serupa. Sementara perubahan—baik dari sisi mental, intensitas, maupun keberanian mengambil risiko—menjadi satu-satunya jalan untuk keluar.

Sepak bola tidak selalu memberi waktu kedua. Dalam kondisi seperti ini, setiap laga adalah final kecil. Setiap poin menjadi krusial. Dan setiap kesalahan bisa berharga mahal.

PSM Makassar mungkin belum jatuh ke zona merah. Tetapi bayangannya kini semakin dekat—dan tekanan itu akan terus membesar, seiring waktu yang kian menipis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPBD Sulteng: 552 rumah terdampak banjir di Balaesang dan Sirenja
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Indonesia Desak PBB Berikan Jaminan Keselamatan bagi Pasukan Penjaga Perdamaian
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Ramalan Zodiak 5 April 2026: Aries hingga Pisces Diminta Fokus Refleksi dan Perencanaan
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Iran Longgarkan Akses, Sejumlah Kapal Asing Mulai Lintasi Selat Hormuz
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Job Fair Tanah Bumbu Sediakan 401 Lowongan, Bupati Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.