JAKARTA, DISWAY.ID-- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mengambil langkah tegas menyusul insiden kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di wilayah Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.
Dalam waktu dekat, DPRD berencana memanggil Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan kerja di fasilitas tersebut.
BACA JUGA:Operator SPBE Cerita Detik-detik Kebakaran: Kebocoran Mobil Tangki Gas
Kebakaran yang terjadi pada awal April 2026 itu menimbulkan sejumlah korban luka bakar, mayoritas merupakan pekerja di lokasi kejadian. Peristiwa ini memicu kekhawatiran serius terkait penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan SPBE.
Karena hal tersebut, DPRD Kota Bekasi menilai, Disnaker memiliki tanggung jawab penting dalam melakukan pengawasan terhadap standar kerja di sektor industri berisiko tinggi, termasuk SPBE.
Oleh karena itu, pemanggilan dilakukan untuk meminta penjelasan sekaligus mengevaluasi kemungkinan adanya kelalaian dalam pengawasan.
BACA JUGA:DPRD Bekasi Soroti Izin SPBE Cimuning yang Kebakaran
Anggota DPRD Kota Bekasi dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Alimudin, menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran hebat ini ketika turun langsung menjenguk para korban yang tengah berjuang di ruang perawatan intensif.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpunnya, total korban luka akibat ledakan gas tersebut mencapai 20 orang.
“Jumlah korban sebanyak 20 orang, terdiri dari 4 pegawai SPBE dan 16 warga pemukiman sekitar. Pemicunya diduga kebocoran gas saat proses pengisian tabung,” ungkap Politisi dari Fraksi PKS tersebut.
Saat mendatangi IGD RS Citra Arafiq Cikiwul, Bantargebang, Alimudin melihat langsung kondisi salah satu korban bernama Sapta yang menderita luka bakar hingga 62 persen.
BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Malam ini 4 April 2026 Lengkap Sinopsis, Spesial Paskah Nonton Hacksaw Ridge!
Namun, yang lebih memprihatinkan, terdapat korban lain yang menderita luka bakar sangat serius hingga 92 persen dan kini tengah mendapatkan perawatan khusus di RS Primaya Timur.
“Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kesabaran, serta kesembuhan bagi para korban dan keluarga yang terdampak. Kami berharap ada ganti yang lebih baik bagi warga,” ungkapnya.
Sebagai mitra kerja Komisi IV, Alimudin menegaskan bahwa insiden ini merupakan potret lemahnya pengawasan terhadap standar keamanan kerja.
- 1
- 2
- »




