Operasi Ketupat Berhasil, Polri Terapkan Pemantauan Real Time & Predictive Traffic Policing

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Pemerintahan STIK Lemdiklat Polri Albertus Wahyurudhanto mengungkap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan dengan baik dari hasil riset akademik yang dilakukan secara objektif menggunakan metode triangulasi.

Dia menjelaskan riset ini menggabungkan tiga sumber data, yaitu survei persepsi masyarakat terhadap 3.200 responden dari delapan polda, data operasional dari posko terkait pergerakan kendaraan dan kecelakaan lalu lintas, serta metode Delphi yang melibatkan para ahli untuk menganalisis temuan di lapangan.

BACA JUGA: Petisi Ahli Dukung Polri Hadapi Gugatan CLS terkait Kasus Ijazah Jokowi

“Hasil riset menunjukkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa catatan seperti konsentrasi petugas yang terlalu fokus di jalur darat, padahal kendala juga muncul di simpul transportasi seperti pelabuhan dan rest area,” ujar Albertus saat Audiensi Evaluasi Operasi Ketupat 2026 bersama Korlantas pada Kamis (2/4).

Sementara salah satu keunggulan pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini adalah sistem pemantauan yang sudah berbasis real-time serta penerapan predictive traffic policing berbasis data.

BACA JUGA: PGN Berhasil Layani Puluhan Kendaraan di Bengkel Siaga CNG Jalur Mudik

"Operasi Ketupat tahun ini adalah sistem pemantauan yang sudah bersifat real-time. Jika sebelumnya evaluasi hanya pada aspek pelayanan, kini kepolisian mulai beralih ke strategi predictive traffic policing yang berbasis data," ujarnya.

Menurutnya, strategi tersebut mampu membangun pemahaman di masyarakat bahwa rekayasa lalu lintas bukan sekadar kewajiban polisi, melainkan kebutuhan publik demi keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

BACA JUGA: Ketupat Lodaya 2026: Persentase Kecelakaan Turun Signifikan

"Strategi ini dinilai mampu membangun pemahaman di masyarakat bahwa rekayasa lalu lintas bukan sekadar kewajiban polisi, tetapi merupakan kebutuhan publik untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat," ujar dia. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPR Apresiasi Kinerja Kakorlantas dan Jajaran di Operasi Ketupat 2026


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berduka Atas Gugurnya Prajurit TNI, Prabowo Kecam Serangan di Lebanon!
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Momen Haru Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa kepada Keluarga 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Besok Ada Pendaftaran KLG Transjakarta Lagi di CFD, Catat Waktu dan Lokasinya
• 5 jam laludetik.com
thumb
Siaran Langusung atau Link Live Streaming PSM Makassar Vs Persis Solo: Bukan Laga Biasa, Mati-matian Rebut Tiga Poin
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Detik-Detik 3 Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Indonesia Diselimuti Merah Putih
• 13 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.