Bank Mega Syariah Dorong Strategi Buy The Dip untuk Optimalkan Investasi Emas di Tengah Fluktuasi Harga Global

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Bank Mega Syariah menilai fluktuasi harga emas global dapat dimanfaatkan sebagai peluang investasi melalui strategi buy the dip yang dilakukan dengan membeli aset saat harga sedang turun sementara.

Strategi tersebut disampaikan oleh Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary di Jakarta sebagai upaya mengoptimalkan momentum pasar bagi nasabah.

Ia mengungkapkan, "buy the dip dapat menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan peluang di tengah volatilitas harga, khususnya bagi nasabah yang memiliki tujuan keuangan jangka panjang seperti perencanaan ibadah haji, pendidikan, maupun penguatan portofolio investasi,".

Fluktuasi Harga Emas dan Strategi Investasi

Benadicto menjelaskan bahwa fluktuasi harga emas merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi berbagai faktor global seperti kondisi ekonomi, inflasi, suku bunga, dan ketidakpastian geopolitik.

Ia menyebut emas secara historis dikenal sebagai instrumen investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang serta sering dipilih masyarakat untuk menjaga nilai aset.

Ia menegaskan, "Masyarakat perlu memahami bahwa investasi emas tidak hanya berfokus pada momentum jangka pendek, melainkan juga pada potensi pertumbuhan nilai dalam jangka panjang,".

Kondisi harga emas yang lebih terjangkau saat terjadi penurunan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk mulai membeli atau menambah kepemilikan emas.

Kinerja Produk Flexi Gold Meningkat

Bank Mega Syariah menawarkan produk pembiayaan emas Flexi Gold yang menggunakan prinsip syariah melalui akad Murabahah dan Rahn untuk memudahkan masyarakat berinvestasi.

Produk ini menyediakan pilihan emas logam mulia dengan variasi berat mulai dari 5 gram hingga 100 gram dengan skema pembiayaan yang transparan.

Benadicto menyampaikan, "Dengan skema yang transparan dan sesuai prinsip syariah, produk ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses instrumen investasi yang aman sekaligus bernilai jangka panjang,".

Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, produk Flexi Gold mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan penyaluran lebih dari 85 persen dibandingkan Desember 2025.

Dari sisi volume, jumlah emas yang dibiayai mencapai lebih dari 1.400 gram atau meningkat lebih dari 35 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya.

Ia menegaskan, "Kinerja positif Flexi Gold juga sejalan dengan tren pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah yang tetap menunjukkan pertumbuhan yang baik di awal tahun 2026. Hingga Maret 2026, pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah tercatat tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan (year-on-year/yoy),".

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan tren pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah yang hingga Maret 2026 tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Setlist Konser aespa di Indonesia Malam Ini
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
PGA laporkan Gunung Marapi di Sumbar erupsi 22 detik
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Lepas 200 PMI ke Jepang, Cak Imin: Syukur-syukur Dapat Jodoh Baru!
• 16 jam laludisway.id
thumb
Gol semata wayang Rivera menangkan Persebaya 1-0 atas Persita
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Gunung Everest Diduga Jadi Ladang Skandal Sindikat Penipuan, Pendaki Dibuat Sakit agar Dievakuasi secara Palsu
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.