Menlu Desak PBB Investigasi Usai Tiga Prajurit TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Indonesia menuntut PBB supaya melakukan investigasi menyeluruh. Pasalnya, pasukan TNI di UNIFIL hanya menjalankan misi penjaga perdamaian.

Menlu Desak PBB Investigasi Usai Tiga Prajurit TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengaku telah menerima laporan adanya tiga prajurit TNI Kontingen Garuda United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang terluka.

Sebelumnya, Indonesia telah kehilangan tiga prajurit TNI UNIFIL yang gugur akibat serangan Israel di Lebanon.

Baca Juga:
Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Diterbangkan ke Bandung dan Yogyakarta

"Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL," kata Menlu kepada awak media di VIP Room Bandara Soekarno Hatta, Banten, Sabtu (4/4/2026).

Menlu memastikan bahwa pemerintah Republik Indonesia lewat perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York telah meminta agar dilaksanakan rapat Dewan Keamanan PBB. Permintaan ini sehari setelah insiden yang membuat tiga prajurit TNI di UNIFIL gugur.

Baca Juga:
Momen Prabowo Sampaikan Belasungkawa kepada Keluarga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

"Satu hari setelah insiden yang pertama meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan rapat dan pada waktu itu Prancis selaku pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan itu menyetujui untuk menyelenggarakan rapat luar biasa Dewan Keamanan. Intinya, pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini UNIFIL," kata dia.

Selanjutnya, Pemerintah Indonesia menuntut PBB supaya melakukan investigasi menyeluruh. Pasalnya, pasukan TNI di UNIFIL hanya menjalankan misi penjaga perdamaian.

Baca Juga:
Prabowo akan Beri Penghormatan untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

"Harus ada satu guarantee (jaminan) keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian, they are peace keeping not peace making. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making ya. Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga. Dan ini juga merupakan mandat dari PBB ya, peace keeping ini," tuturnya.

Menlu pun meminta PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB di mana pun berada, khususnya di UNIFIL.

"Kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka," kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi 4 Pekerja di Jaksel Tewas Saat Kuras Bak Penampungan Air
• 15 jam laludetik.com
thumb
Curah Hujan Tinggi, 12 RT di Jakarta Barat Terendam Banjir
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Calon Striker Naturalisasi Ini Impikan Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
• 2 jam lalubola.com
thumb
Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, BGN Tangguhkkan SPPG Pondok Kelapa Dua
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rusak dan Rapuh, JPO Kampung Rambutan Bikin Warga Was-was
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.