Usulan Bangunan Pengendali Sungai Mengemuka untuk Atasi Banjir Berulang di Demak

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana mengusulkan pembangunan bangunan pengendali di Sungai Senjoyo dan Sungai Bancak untuk mengurangi risiko banjir berulang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Usulan Pengendalian Aliran Sungai

Kepala Operasional dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juana Andi Sofyan menyampaikan, "Diperlukan bangunan pengendali dua aliran sungai," dalam rapat koordinasi penanganan banjir bersama Gubernur Jawa Tengah di Kantor Kecamatan Guntur.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat bangunan pengendali seperti bendungan di sepanjang aliran Sungai Senjoyo dan Sungai Bancak.

Ketiadaan infrastruktur tersebut menyebabkan aliran air tetap deras menuju wilayah Demak dan menjadi salah satu pemicu banjir.

Penutupan kawasan Rowo Pening dinilai belum efektif menahan aliran air tanpa dukungan bangunan pengendali di kedua sungai tersebut.

Penanganan Sungai Tuntang melalui normalisasi secara bertahap juga dinilai perlu menjadi prioritas utama.

Kondisi lapangan menunjukkan beberapa tanggul sudah diperkuat dan relatif aman, namun masih terdapat titik yang mengalami limpasan air saat hujan deras.

Selain itu, keberadaan pohon dan hambatan lain di bantaran sungai memperlambat aliran air sehingga memperparah kondisi banjir.

Usulan pemindahan alur Sungai Tuntang dinilai kurang efektif karena adanya infrastruktur seperti jembatan dan jalan di bantaran yang justru menghambat aliran air.

Optimalisasi Bendung dan Infrastruktur Tambahan

Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Ahmad Sugiharto mendorong peningkatan koordinasi untuk mengoptimalkan fungsi Bendung Gelapan di Kabupaten Grobogan.

Ia mengungkapkan, "Dari hasil pengecekan, setiap 30 menit terjadi kenaikan debit air yang cukup signifikan. Ditambah lagi sedimen yang tinggi, sehingga diperlukan optimalisasi daya tampung."

Tingginya debit air dan sedimen menyebabkan air dari hulu cepat melimpas ke wilayah hilir termasuk Demak meskipun di daerah tersebut tidak sedang hujan.

Selain normalisasi sungai, pembangunan infrastruktur tambahan seperti pintu air atau bendung di beberapa titik dinilai diperlukan.

Infrastruktur tersebut bertujuan mengatur aliran air agar tidak langsung mengalir deras dari hulu ke hilir.

Ia menegaskan, “Dengan adanya tampungan air yang lebih banyak dan pengaturan aliran yang baik, diharapkan air tidak langsung turun ke hilir secara cepat.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirut Bulog Pastikan Target Penyerapan 4 Juta ton Beras 2026 Tercapai
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harga Emas Antam Masih Stagnan, Ini Daftar Lengkapnya
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Curah Hujan Tinggi, 12 RT di Jakarta Barat Terendam Banjir
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Griya Pekerja jadi upaya BPJS Ketenagakerjaan tekan kecelakaan kerja
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.