TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Banjir setinggi satu meter masih merendam Perumahan Bukit Pamulang Indah RW 04, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (4/4/2026) malam.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pukul 22.00 WIB, sejumlah titik di dalam kompleks masih terendam banjir.
Area gerbang masuk kompleks yang berada di Jalan Dr. Setiabudi yang sempat terendam banjir setinggi 50 sentimeter (cm), kini berangsur surut menjadi sekitar 25 cm.
Baca juga: 11 Wilayah di Tangsel Terendam Banjir Sabtu Malam, Ratusan Warga Terdampak
Namun, sejumlah blok di area dalam perumahan masih terendam dengan ketinggian bervariasi mulai dari 50 cm hingga 1 meter.
Area yang paling parah terendam banjir di blok C4, C5, dan C7 yang posisinya berada di daerah cekungan dan berbatasan langsung dengan bantaran sungai.
Terlihat sejumlah penghuni kompleks hilir mudik menerobos banjir dengan menggunakan perahu karet yang dikerahkan oleh BPBD Kota Tangerang Selatan.
Perahu karet berwarna oranye lengkap dengan dua dayung tersebut digunakan oleh warga yang ingin pergi ke luar area perumahan untuk membeli makan atau minum.
Sekelompok remaja pun terlihat bersiaga di area jembatan depan Pos Jaga RT 006 RW 004.
Lokasi tersebut merupakan area kering yang posisi jalannya lebih tinggi dibandingkan jalan di sekitarnya, tetapi berbatasan langsung dengan area kompleks yang terendam.
Para pemuda itu membantu warga mengoperasikan perahu karet dan memberikan informasi bagi kendaraan yang ingin melintas untuk memutar balik dan mencari jalur lain.
Dantim SAR Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya, Ipda Muhammad Adi Mulyono menyebutkan bahwa banjir telah merendam ratusan rumah warga di perumahan tersebut sejak Sabtu sore setelah hujan deras.
"Untuk banjir di BPI Pamulang sementara ketinggian yang di dalam kurang lebih 1 meter. Untuk yang bagian luar kurang lebih 50 cm. Kurang lebih ada 100 rumah (yang terendam)," ungkap Adi saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Sabtu malam.
Baca juga: 10 Titik Longsor di Tangsel, Rumah Warga Rusak dan Akses Jalan Tertutup
Adi menyebut pihaknya telah menerjunkan total 13 personel SAR Brimob dan satu unit perahu karet untuk membantu proses evakuasi dan mobilisasi warga.
Salah seorang warga Perumahan BPI bernama Hudi (38) yang hendak pulang ke rumahnya di Blok A5, mengungkapkan bahwa banjir kali ini terasa cukup parah akibat kombinasi tingginya intensitas hujan dan luapan air kiriman.
"Kali ini cukup dalam karena hujan yang cukup deras dan juga kiriman dari mungkin dari selatan ya. Paling tidak malam ini curah hujannya cukup tinggi. Nah, sehingga akses masuk ke kompleks Bukit Pamulang Indah cukup dalam," kata Hudi saat tengah dievakuasi menggunakan perahu karet.





